Ulat, mendengar kata ulat saja aku udah merasa mual, jijik, bahkan sampai merinding gitu. Mungkin kalian juga akan sependapat denganku, kalau mahkluk ini emang menggelikan sekaligus menjijikkan. Apalagi kalau tiba-tiba saja ulat itu berjalan merambat di tubuh kita. Iiiiiiiihhhhhhhhh…………………, pasti menakutkan sekali. Mahkluk ini juga menjadi salah satu hewan yang aku takuti selain kecoa, tikus got, anjing, kaki seribu, ular, cacing, kala jengking dan sebangsanya deh….
Dulu saat aku di Jogja, aku sering panjat pohon jambu milik eyang. Entah kenapa, saat itu aku senang sekali panjat pohon, sambil menunggu angin, trus saat angin mendesir, tubuhku ikut meliuk-liuk sambil pegangan pada batang pohon yang bercabang. Rasanya asyik, apalagi bisa dengar suara angin yang berderak-derak. Hmmm…., rasanya sungguh luar biasa, sangat menyenangkan. Tapi tentu saja aku harus sembunyi-sembunyi saat naik pohon. Secara aku adalah anak perempuan, dan memanjat pohon adalah larangan keras bagiku. Tapi emang dasar aku ini bandel, justru apa yang dilarang bikin aku penasaran. Tapi sungguh asyik lho naik pohon, coba deh… ^^
Nah, saat asyik naik pohon, tak sengaja di tanganku ada sesuatu yang merambat gitu, terasa geli bercampur gatal. Saat aku lihat, ternyata ulat bulu berwarna hijau sedang asyik menyusuri tanganku. Aku kaget banget, terus aku kibaskan tangan sekuat tenaga sambil menjerit-jerit. Saat ulat itu terlepas dari tanganku, aku lihat, ternyata di daun jambu ada ribuan ulat yang sedang menggeliat. Aku sangat panik, ketakutan, aku gag berani turun ke bawah. Aku teriak-teriak gag ada yang mendengar, karena letak pohonnya agak jauh dari rumah utama. Beruntung sekali ada yang lewat di bawahku. Lihat aku nangis sambil nangkring di atas pohon, orang itu ketawa, tapi gag nolong aku. Trus dilaporin ke eyang deh. Tentu saja eyang marah lihat aku naik pohon. Akhirnya karena aku takut turun, dibawain tangga , sejak itu aku takut sekali sama ulat. Cos setelah itu tubuhku pada bentol-bentol, gatal banget.
Tapi apa kalian tahu? Ada ulat yang bisa dimakan lho…, aku gag habis pikir kenapa orang bisa memakan hewan yang menggelikan itu ya…., di daerah pedesaan di papua ulat banyak diburu untuk disantap. Bahkan ada yang berani memakan mentah gitu. Ulatnya berwarna putih dan gemuk, bisa ditemukan di dalam pohon sagu yang membusuk. Ulat ini dinamakan ulat sagu.

Ulat sagu
Selain di Indonesia, di Afrika makhluk lunak tak bertulang ini juga menjadi santapan yang lezat yang selalu ditunggu setiap tahunnya. Itulah ulat yang menjadi ngengat kaisar atau dalam bahasa Inggrisnya Emperor Moth atau dalam bahasa latinnya Brasia Belina. Di Afrika mahkluk ini dikenal dengan sebutan Ulat Mopane, sesuai dengan habitat yang disukainya yaitu pohon Mopane.

Tahukah kawan, mahkluk kecil, gendut dan suka sekali menggeliat-geliat ini mengandung protein yang tinggi lho. Seporsi ulat yang dapat dimakan sama bergizinya dengan seporsi daging atau ikan dan memenuhi sekitar 75 persen kebutuhan protein, mineral, vitamin harian orang dewasa. Hewan kecil ini juga sangat bermanfaat untuk melindungi ekologi hutan-hutan dan padang rumput yang relatif kering dan tidak subur.

aneka masakan mopane
Sewaktu makan, jutaan mahkhuk ini mengubah dedaunan yang dikonsumsinya yang semula beracun menjadi makanan yang bermanfaat. Dan selama daur hidupnya yang singkat, yaitu hanya enam minggu, ulat-ulat tersebut melahap sekitar sepuluh kali lebih banyak tumbuh-tumbuhan dan menghasilkan pupuk hampir empat kali lebih banyak dibanding dengan gajah-gajah yang merumput dilokasi yang sama. Ini dikarenakan ulat mopane ini melahap dedaunan dengan sangat cepat dan banyak. Makanya ulat ini cepet membesar dengan sangat mencengangkan, sampai hampir 4000 kali lho.

mopane kering
Ulat-ulat ini bisa dipanen setahun dua kali, yaitu pada setiap musim hujan. Para wanita di pedesaan Afrika memanen ulat ini dengan cara mengambilnya dengan tangan. Iihhhh…., terbayang olehku, hewan itu menggeliat-geliat di tangan mereka, pasti sangat menggelikan. Dan setelah memanen, mereka akan mengumpulkan ulat-ulat itu dan membuang isi perutnya, kemudian merebusnya dan setelah itu baru dijemur untuk dikeringkan. Setelah diolah, ulat kering ini bisa jadi cemilan yang renyah. Apa mungkin mereka membuat ulat crispy ya? Tapi ada juga yang merendam ulat kering itu kemudian direbus untuk dijadikan sup ulat. Ada juga yang menumisnya dengan bawang merah, cabe dan tomat. Mungkin kalau di Indonesia namanya ”tumis ulat pedas”.

Tapi ingat ya…, tidak semua ulat bisa dimakan, karena ada ulat yang beracun lho.., jadi harus hati-hati dalam memilih ulat untuk santapan. Gimana, apa Anda berani mencoba memakannya? Ingat ya.., meskipun mahkluk ini sangat menjijikkan, tapi memiliki kadar protein yang sangat tinggi lho…, tapi desya sendiri gag berani coba memakannya. Melihat saja perut jadi mual
ket:
*dari berbagai sumber*
gambar diambil dari google