Ayahku Hebat

ini bukan papaku lho...

Kawan-kawan mungkin pernah mendengar atau bahkan melihat acara ini. Itu lho yang ditayangin di salah satu TV swasta, yang menceritakan kekaguman dan kebanggaan seorang anak kepada ayahnya. Aku pernah menonton acara ini, meskipun tidak sering sih, menurut aku ini tayangan yang bagus buat anak-anak. Ini bisa mendidik anak-anak agar bangga dan tidak merasa malu dengan pekerjaan orang tuanya. Aku sangat terharu melihatnya, bagaimana perjuangan seorang ayah agar bisa menghidupi keluarganya. Sungguh pengorbanan yang luar biasa. Tapi sayangnya aku tidak punya kesempatan seperti mereka, kebersamaanku dengan papa cukup singkat.

Aku jadi teringat kejadian waktu itu, saat itu aku kelas 4 SD mau naik ke kelas 5. Saat liburan kami diberi tugas menulis, temanya tentang membantu ayah. Saat itu aku bingung juga sih, kebetulan guru kami itu guru baru di sekolah. Jadi bu guru tidak tau kalau aku emang sudah tak punya ayah. Aku sempat minta dispensasi, bagaimana kalau membantu mama saja. Tapi tetap tidak boleh. Alasannya biar kita bisa dekat dengan ayah kita. Lha bagaimana aku bisa menulis seperti itu, papaku udah gag ada saat aku masih kecil. Sedih juga rasanya. Akhirnya aku mengingat-ingat saat bersama papaku. Apa saja yang aku ingat tentang papa aku tulis. Mungkin karangan aku waktu itu tidak sesuai dengan tema,  yang aku tulis bukan “membantu ayah”, tapi “mengingat papa” :)

[...]

Tags: , , ,

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Mama

Dear Mama…,

Saat aku berada jauh dari mama, begitu banyak kerinduan yang menumpuk dalam dada. Saat ruang dalam dada ini penuh, aku akan menumpahkan semua rinduku bersama air bening yang jatuh di atas bantalku. Kemudian selang beberapa menit, mama akan menelponku. Sungguh kita mempunyai ikatan batin yang kuat. Kemudian mama akan menghiburku, menceritakan sesuatu yang lucu agar aku bisa tersenyum lagi. Saat itu aku merasa anak paling cengeng sedunia. Meski aku tahu, mama juga sering menumpahkan air mata mama saat berdoa buatku.

Tak terasa sudah hampir tiga tahun kita bersama, meski mama selalu sibuk, tapi aku sangat bahagia bisa dekat dengan mama. Aku selalu ingin melihat senyum mama, aku ingin melihat mama bahagia. Tapi kenyataannya, aku sering membuat hati mama sedih, aku sering menyusahkan mama. Maafkan Ajeng ma…, aku tak bermaksud seperti itu. Jika boleh aku meminta, aku ingin menggantikan seluruh kesedihan mama dengan semua  kebahagiaan yang aku miliki. Biarlah segala sakit dan kepedihan ada pada Ajeng, asal mama selalu dalam keadaan sehat. Ajeng ingin melihat mama selalu tersenyum, seperti mama yang sering bilang padaku.

[...]

Tags: , , ,

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Mengorek telinga dan mengorek hidung (baca: ngupil)

Aku ini suka sekali menjaga kebersihan, jadi tiap beberapa hari sekali aku suka membersihkan telinga dan hidung (maksudku membersihkan upilnya). Telinga suka terasa gatal kalau tidak dibersihkan, tentu saja aku membersihkannya dengan menggunakan cotton bud, secara hati-hati, karena kalau tidak dengan hati-hati ntar kapas di ujung cotton bud bisa tertinggal di dalamnya.  Dulu aku pernah ujung cotton bud tertinggal di telingaku. Terpaksa pergi ke dokter untuk mengambilnya. Padahal aku cuma membersihkan yang bagian pinggirnya saja, eh  malah nyangkut. Tapi entah kenapa ya.., aku koq suka banget membersihkan kotoran telinga gitu. Mama sering  jadi korban lho…, aku paksa gitu untuk aku bersihin telinganya, padahal udah bersih…, hihihihi……

Dan perlu diperhatikan juga, mengorek telinga harus berhati-hati, karena kalau tidak hati-hati, nanti gendang telinga kita bisa tertusuk lho, selain itu bisa mengakibatkan serumen (getah telinga) terdorong ke dalam. Makanya, usahakan jangan mengorek telinga terus-menerus. Ntar getah telingan yang terdorong ke dalam bisa menumpuk dan mengakibatkan pendengaran kita bisa menurun karena tersumbat kotoran itu. Nah untuk itu bersihin telinganya jangan sampai masuk ke liang telinga terlalu dalam. Atau cukup bersihin kotoran yang terlihat saja.

[...]

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Ulat Mopane

Ulat, mendengar kata ulat saja aku udah merasa mual, jijik, bahkan sampai merinding gitu. Mungkin kalian juga akan sependapat denganku, kalau mahkluk ini emang menggelikan sekaligus menjijikkan. Apalagi kalau tiba-tiba saja ulat itu berjalan merambat di tubuh kita. Iiiiiiiihhhhhhhhh…………………, pasti menakutkan sekali. Mahkluk ini juga menjadi salah satu hewan yang aku takuti selain kecoa, tikus got, anjing, kaki seribu, ular, cacing, kala jengking dan sebangsanya deh….

Dulu saat aku di Jogja, aku sering panjat pohon jambu milik eyang. Entah kenapa, saat itu aku senang sekali panjat pohon, sambil menunggu angin, trus saat angin mendesir, tubuhku ikut meliuk-liuk sambil pegangan pada batang pohon yang bercabang. Rasanya asyik, apalagi bisa dengar suara angin yang berderak-derak. Hmmm…., rasanya sungguh luar biasa, sangat menyenangkan. Tapi tentu saja aku harus sembunyi-sembunyi saat naik pohon. Secara aku adalah anak perempuan, dan memanjat pohon adalah larangan keras bagiku. Tapi emang dasar aku ini bandel, justru apa yang dilarang bikin aku penasaran. Tapi sungguh asyik lho naik pohon, coba deh… ^^

Nah, saat asyik naik pohon, tak sengaja di tanganku ada sesuatu yang merambat gitu, terasa geli bercampur gatal. Saat aku lihat, ternyata ulat bulu berwarna hijau sedang asyik menyusuri tanganku. Aku kaget banget, terus aku kibaskan tangan sekuat tenaga sambil menjerit-jerit. Saat ulat itu terlepas dari tanganku, aku lihat, ternyata di daun jambu ada ribuan ulat yang sedang menggeliat. Aku sangat panik, ketakutan, aku gag berani turun ke bawah. Aku teriak-teriak gag ada yang mendengar, karena letak pohonnya agak jauh dari rumah utama. Beruntung sekali ada yang lewat di bawahku. Lihat aku nangis sambil nangkring di atas pohon, orang itu ketawa, tapi gag nolong aku. Trus dilaporin ke eyang deh. Tentu saja eyang marah lihat aku naik pohon. Akhirnya karena aku takut turun, dibawain tangga , sejak itu aku takut sekali sama ulat. Cos setelah itu tubuhku pada bentol-bentol, gatal banget.

Tapi apa kalian tahu? Ada ulat yang bisa dimakan lho…, aku gag habis pikir kenapa orang bisa memakan hewan yang menggelikan itu ya…., di daerah pedesaan di papua ulat banyak diburu untuk disantap. Bahkan ada yang berani memakan mentah gitu. Ulatnya berwarna putih dan gemuk, bisa ditemukan di dalam pohon sagu yang membusuk. Ulat ini dinamakan ulat sagu.

Ulat sagu

Selain di Indonesia, di Afrika makhluk lunak tak bertulang ini juga menjadi santapan yang lezat yang selalu ditunggu setiap tahunnya. Itulah ulat yang menjadi ngengat kaisar atau dalam bahasa Inggrisnya Emperor Moth atau dalam bahasa latinnya Brasia Belina. Di Afrika mahkluk ini dikenal dengan sebutan Ulat Mopane, sesuai dengan habitat yang disukainya yaitu pohon Mopane.

ulat mopane

Tahukah kawan, mahkluk kecil, gendut dan suka sekali menggeliat-geliat ini mengandung protein yang tinggi lho. Seporsi ulat yang dapat dimakan sama bergizinya dengan seporsi daging atau ikan dan memenuhi sekitar 75 persen kebutuhan protein, mineral, vitamin harian orang dewasa. Hewan kecil ini juga sangat bermanfaat untuk melindungi ekologi hutan-hutan dan padang rumput yang relatif kering dan tidak subur.

aneka masakan mopane

Sewaktu makan, jutaan mahkhuk ini mengubah dedaunan yang dikonsumsinya yang semula beracun menjadi makanan yang bermanfaat. Dan selama daur hidupnya yang singkat, yaitu hanya enam minggu, ulat-ulat tersebut melahap sekitar sepuluh kali lebih banyak tumbuh-tumbuhan dan menghasilkan pupuk hampir empat kali lebih banyak dibanding dengan gajah-gajah yang merumput dilokasi yang sama. Ini dikarenakan ulat mopane ini melahap dedaunan dengan sangat cepat dan banyak. Makanya ulat ini cepet membesar dengan sangat mencengangkan, sampai hampir 4000 kali lho.

mopane kering

Ulat-ulat ini bisa dipanen setahun dua kali, yaitu pada setiap musim hujan. Para wanita di pedesaan Afrika memanen ulat ini dengan cara mengambilnya dengan tangan. Iihhhh…., terbayang olehku, hewan itu menggeliat-geliat di tangan mereka, pasti sangat menggelikan. Dan setelah memanen, mereka akan mengumpulkan ulat-ulat itu dan membuang isi perutnya, kemudian merebusnya dan setelah itu baru dijemur untuk dikeringkan.  Setelah diolah, ulat kering ini bisa jadi cemilan yang renyah. Apa mungkin mereka membuat ulat crispy ya? Tapi ada juga yang merendam ulat kering itu kemudian direbus untuk dijadikan sup ulat. Ada juga yang menumisnya dengan bawang merah, cabe dan tomat. Mungkin kalau di Indonesia namanya ”tumis ulat pedas”.

ulat mopane

Tapi ingat ya…, tidak semua ulat bisa dimakan, karena ada ulat yang beracun lho.., jadi harus hati-hati dalam memilih ulat untuk santapan. Gimana, apa Anda berani mencoba memakannya? Ingat ya.., meskipun mahkluk ini sangat menjijikkan, tapi memiliki kadar protein yang sangat tinggi lho…, tapi desya sendiri gag berani coba memakannya. Melihat saja perut jadi mual :D

ket:

*dari berbagai sumber*

gambar diambil dari google

Tags: , , , , , ,

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Penggerutu

Sepertinya dunia ini koq isinya manusia-manusia penggerutu ya….. (termasuk aku ^^). Saat aku duduk-duduk menanti kelas berikutnya, biasanya aku mencari tempat yang agak jauh dari keriuhan untuk membaca buku. Bukannya tidak mau ngobrol sama temen-temen, tapi aku emang tidak suka ngobrol yang ujung-ujungnya pasti ngerumpi. Dari tempatku duduk, kira-kira dua meter di sampingku, ada dua orang yang tidak aku kenal sedang ngobrol, meskipun aku sedang baca buku, tapi kenapa ya.., telingaku ini koq ikut mendengarkan obrolan mereka, padahal aku sudah konsentrasi untuk membaca. Tapi rasa-rasanya telingaku ini tidak mau aku kekang agar tidak menguping, meskipun ini tidak aku sengaja lho… Sebenarnya aku pengen pindah ke tempat lain, tapi aku males aja pindah-pindah mulu.

Pertama-tama mereka sedang membicarakan soal mata kuliah, katanya semakin hari semakin membosankan saja, kemudian mereka bicara soal biaya yang mahal, trus menyinggung masalah BO*-* yang katanya sudah tidak sesuai lagi. Ya mereka ini sudah menggerutu. Bahkan menggerutui BEM yang lamban bertindak, kemudian beralih membicarakan soal ibu kos mereka yang terlalu ketat, karena salah satu mereka pernah gag bisa masuk kos gara-gara pulang terlalu malam. Rupanya bahan untuk menggerutu tiada habisnya.

Selang beberapa menit ada cowo yang melangkah dengan santai, cowo ini kebetulan berkulit gelap, rambutnya ikal, trus hidungnya besar. Mereka bilang “idih…, itu cowo udah item, hidungnya besar pula”. Lho…lho…., ini namanya pelecehan fisik! Emang apa salahnya kalau item dan berhidung besar? Perasaan cowo itu cuma lewat dan tidak mengganggu mereka deh…, lagian itu juga bukan kesalahannya kalau ia dilahirkan seperti itu, tapi tetap saja bisa jadi bahan gerutuan, huh!

[...]

Tags: , , , ,

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
Page 2 of 24123451020...Last »