<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Radesya</title>
	<atom:link href="http://www.radesya.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.radesya.com</link>
	<description>Mentari Kecil</description>
	<lastBuildDate>Fri, 16 Jul 2010 16:33:27 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Gambar lagi&#8230;</title>
		<link>http://www.radesya.com/2010/07/gambar-lagi.html</link>
		<comments>http://www.radesya.com/2010/07/gambar-lagi.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jul 2010 14:30:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radesya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[gambar]]></category>
		<category><![CDATA[hobby]]></category>
		<category><![CDATA[sedih]]></category>
		<category><![CDATA[sendiri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.radesya.com/?p=1035</guid>
		<description><![CDATA[






belajar gambar



Minna san&#8230;, ini adalah hasil begadangan aku saat sedang nugguin pertandingan bola saat world cup kemaren. Karena aku suka memandang langit dan bulan terang benderang. Aku mencoba menggambarkannya, tapi koq ini jadinya seperti bulan atau matahari ya&#8230;,[yang bikin aja bingung apalagi yang liat]  ^^ , Yah&#8230; yang terpenting aku berniat menggambar bulan yang terang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp">
<dl id="attachment_1039" class="wp-caption alignnone" style="width: 1034px;">
<dt class="wp-caption-dt" style="text-align: left;"><a href="http://www.radesya.com/wp-content/uploads/2010/07/solitude.jpg"><img class="size-medium wp-image-1036" title="solitude" src="http://www.radesya.com/wp-content/uploads/2010/07/solitude-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></dt>
</dl>
</div>
<div class="mceTemp">
<dl id="attachment_1036" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px;">
<dd class="wp-caption-dd">belajar gambar</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Minna san&#8230;, ini adalah hasil begadangan aku saat sedang nugguin pertandingan bola saat world cup kemaren. Karena aku suka memandang langit dan bulan terang benderang. Aku mencoba menggambarkannya, tapi koq ini jadinya seperti bulan atau matahari ya&#8230;,[yang bikin aja bingung apalagi yang liat]  ^^ , Yah&#8230; yang terpenting aku berniat menggambar bulan yang terang benderang gitu, coz aku pernah melihat bulan penuh seperti ini dari tempat  favoritku [di loteng] . Dari tempat favoritku seluruh angkasa terlihat semakin luas. Sementara di bawah sana lampu-lampu kota terlihat kelap-kelip. Hati terasa damai jika dah liat langit lengkap dengan segala aksesorisnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku suka dalam kesendirian, sering tak ada teman bicara. So&#8230;, kalau dah ngerjain tugas biasanya coret-coret gag jelas kayak  gini. Awalnya sih aku gambarnya pakai corel, trus pas coloring pakai photoshop gitu. Seperti biasa aku menggunakan mouse. Pengen banget punya wacom, tapi aku tunda dulu deh, masih ada kebutuhan yang lebih penting dari wacom, toh aku masih bisa menggambar pakai  mouse, meskipun saat menggambar ini sempat ngelempar mousenya, abisnya tiba-tiba saja ngambek gitu mousenya. Doh&#8230;, aku sampai sakit hati dibuatnya. Eh abis dilemparin gitu malah bisa di pakai lagi <img src='http://www.radesya.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> , dasar aneh nih!</p>
<p style="text-align: justify;">Yah minna san&#8230;, sepertinya ini adalah gambar terakhirku menggunakan lepi kesayanganku, coz setelah gambar ini selesai, tiba-tiba lepiku yang ngambek dan menghembuskan nafasnya yang terakhir <img src='http://www.radesya.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> (, sedih juga rasannya, aku seperti patah hati, bagaimanapun dia telah menemaniku selaman ini, sejak aku SMA lho&#8230;, meski dah butut tapi gag jadul-jadul amat koq, enak lagi buat gambar. Apa dia jealous sama yang baru ya? padahal aku perlakuin sama koq&#8230;, meskipun dah punya lepi baru yang lebih baik, tapi rasanya aku masih sayang sama lepi lama. Terlalu banyak kenangan di dalamnya, mana ada projectku yang belum kelar lagi&#8230; <img src='http://www.radesya.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  mo opname tapi ternyata tuh sakitnya cuma pada inverternya. Atau VGA nya, entahlah&#8230;, untuk sementara biar dia istirahat dulu aja. Lho koq jadi bahas lepi ya, heheheh&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Minna san&#8230; Aku sering merasa sedih, kesedihan yang ,mengakar kuat dalam tubuhku. Entah mengapa sedih itu suka sekali mengeram di perutku seolah ia telah menemukan rumah yang nyaman dan enggan untuk keluar. So&#8230; untuk mengusirnya cara yang ampuh adalah menyalurkan hobby yang gag jelas ini, biasanya hati jadi agak enakan setelahnya. Kalau kalian sering sedih, coba deh salurkan hobby yang kalian suka, pasti gag sedih lagi. Nah ini buktinya, aku jadi terobati kalau sedang gambar, rasanya semua sedih jadi bisa terlupakan gitu. Karena aku masih dalam tahap belajar, jadi maaf saja kalau gambarnya emang gag bagus, masih butuh banyak belajar lagi. <img src='http://www.radesya.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Lebih jelasnya liat gambar <a href="http://radesya.deviantart.com/art/Solitude-171528131">di sini aja</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.radesya.com/2010/07/gambar-lagi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aku dan Sepak Bola</title>
		<link>http://www.radesya.com/2010/07/aku-dan-sepak-bola.html</link>
		<comments>http://www.radesya.com/2010/07/aku-dan-sepak-bola.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 20:46:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radesya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Afrika Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[permainan]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<category><![CDATA[world cup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.radesya.com/?p=1024</guid>
		<description><![CDATA[
Demam world cup telah melanda jutaan orang di penjuru dunia, termasuk aku juga ^^, coz sepak bola adalah olah raga favoritku selain basket dan karate. Gara-gara sepak bola aku rela begadangan sampai mata sembab lho&#8230;. [maaf bang Rhoma, begadangku ini ada artinya koq] LOL.., yang penting tidak lupa shubuh ja, hehehe&#8230;.., meskipun pernah ketiduran dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.radesya.com/wp-content/uploads/2010/07/WC2010_logo.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1026" title="WC2010_logo" src="http://www.radesya.com/wp-content/uploads/2010/07/WC2010_logo-261x300.jpg" alt="" width="261" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Demam world cup telah melanda jutaan orang di penjuru dunia, termasuk aku juga ^^, coz sepak bola adalah olah raga favoritku selain basket dan karate. Gara-gara sepak bola aku rela begadangan sampai mata sembab lho&#8230;. [maaf bang Rhoma, begadangku ini ada artinya koq] LOL.., yang penting tidak lupa shubuh ja, hehehe&#8230;.., meskipun pernah ketiduran dan telat bangun sih&#8230; ^^</p>
<p style="text-align: justify;">Pernah ada teman yang bilang sama aku, “apa sih enaknya nonton bola?”, nah kalau aku ditanya seperti itu susah juga ngejelasinnya. Terkadang aku sendiri bingung kenapa bisa suka sama sepak bola. Ada juga yang bilang “bola satu koq direbutin banyak orang, gila tuh”, yah&#8230; emang permainannya seperti itu kan? Kalau gag direbutin mah bukan permainan namanya, ya udah tinggal beli satu bola buat satu orang  dan gag akan pernah tercipta permainan sepak bola deh.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.radesya.com/wp-content/uploads/2010/07/jabulani.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1029" title="jabulani" src="http://www.radesya.com/wp-content/uploads/2010/07/jabulani.jpg" alt="" width="280" height="282" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Dulu dalam bayanganku maen bola itu capek karena gag kehitung berapa kali kita lari mengejar bola. Tapi ternyata saat aku maen sendiri, gag secapek dalam bayanganku. Apalagi kalau bisa mencetak gol, capeknya langsung hilang seketika deh, justru pas malemnya tuh baru terasa di kaki pada biru semua <img src='http://www.radesya.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  . Yah&#8230;, begitulah&#8230;, betapa aku mencintai <span style="text-decoration: line-through;">mu </span>bola, bahkan aku sering sekali maen bola hingga segedhe gini. Terkadang aku sampai lupa kalau aku ini perempuan, teman-temanku juga , hihihi&#8230;., tapi sekarang sudah tidak maen bola lagi sih, tahun kemaren-kemaren masih suka futsal, tapi sekarang dah nggak. Rasanya koq malu aja hehehe&#8230;, ternyata mereka gag perhatikan bola tapi malah perhatiin aku gitu, saat aku tanya, “ngapain lo liat-liat gw?” eh jawabnya ngaco, masak jawab “gag, takut ja tai lalat dijidat lo jatoh” hahahahah&#8230;., ada-ada ja ulah temanku.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi meski aku agak-agak seperti cowo, tapi sungguh sekarang dah beda lho.., mungkin kromosom aku lebih banyak Y dari pada X, hahaha&#8230;., tapi aku bersyukur banget sekarang dah bisa beda. Pokoqnya sudah beda deh ^^ alhamdulillah&#8230;, eh koq jadi curhat. Lanjut lagi ke topik deh&#8230;.  Intinya aku suka sepak bola, aku suka menonton sepak bola [termasuk pemaennya juga sih, Messi, Villa, Kaka, Klose dll ] ^^.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi apa yang membuatmu suka menonton sepak bola? Ya karena menonton sepak bola itu menumbuhkan rasa penasaran. Pokoqnya sesuatu yang tidak pasti. Bisa membuat kita berprediksi beda-beda. Kita jadi ada perasaan harap-harap cemas.  Apalagi kalau aku menjagokan salah satu Tim dan sudah yakin Tim jagoanku itu bakalan menang, eh gag tahunya kalah, hatiku jadi terasa teriris-iris, sakit gitu, sedih, sampai kepikiran kenapa bisa kalah. Dan saat Tim yang aku jagokan itu menang, hatiku jadi senang bukan kepalang. Aku merasa bahagia tiada tara, kadang sampai teriak dengan spontan, meloncat kegirangan gitu, sampai-sampai mama pegang dahiku [ini anak gag sakit kan?] hihihihi&#8230;, masak dianggap gila sih ^^. Rasa inilah yang membuat aku begitu ingin menonton lagi dan lagi. Seperti kecanduan deh&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.radesya.com/wp-content/uploads/2010/07/Spain+v+Turkey+FIFA2010+World+Cup+Qualifier+-8AtJjwWCLUl.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1030" title="Spain+v+Turkey+FIFA2010+World+Cup+Qualifier+-8AtJjwWCLUl" src="http://www.radesya.com/wp-content/uploads/2010/07/Spain+v+Turkey+FIFA2010+World+Cup+Qualifier+-8AtJjwWCLUl-300x206.jpg" alt="" width="300" height="206" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Dan menurut aku World Cup 2010 Afrika Selatan kali ini banyak sekali kejutan, banyak Tim-tim besar justru kalah saat babak penyisihan. Perancis dan Itali harus pulang lebih dulu pada babak penyisihan, kemudian Inggris juga, dan masih banyak sekali kejutan-kejutan yang terjadi. Satu hal lagi yang membuat kita tercengang adalah ulah wasit yang menganulir gol. Di sini kita diajarkan tentang kepatuhan hukum. Bagaimana kita harus setuju dengan keputusan wasit yang emang benar-benar salah. Seluruh dunia juga tahu kalau gol Lampard itu sah, tapi cuma wasitnya doank yang bilang gag syah. Hingga akhirnya sang wasit harus mempertanggungjawabkan kesalahan itu dengan di-pecat!. Sebenarnya banyak sekali yang dapat kita pelajari dari sepak bola. Dalam bermain sepak bola kita dituntut untuk bisa bekerja sama dengan tim, tidak boleh egois. Bagaimana kita bisa mengolah bola dengan segala perjuangan hingga membuahkan sebuah gol sebagai titik pencapaian kita. Kita tidak boleh besar kepala kalau ingin menang, kerjasama yang baik bisa membuahkan hasil yang baik dan yang tak kalah penting juga strategi kita. Setiap individu mempunyai tugas dan tanggung jawab masing-masing tentunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebentar lagi piala dunia akan segera berakhir, rasanya koq sedih ya gag bisa nonton bola dengan seru lagi. Banyak sekali yang sedang memprediksikan siapa yang bakal jadi juara, aku pun juga ikut memprediksikannya. ^^, kalian semua pasti juga ikut memprediksi juga kan? ayo siapa yang bakal menang? tapi ingat setiap permainan pasti ada kalah dan ada pemenang. Siapa saja yang akan menjadi juara pastilah emang sudah benar-benar layak menjadi juara. Semoga suatu saat Indonesia bisa lolos ke piala dunia, jadi bukan komentatornya saja yang hebat, tapi bangsa ini juga hebat <img src='http://www.radesya.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  owh iya, jangan taruhan ya&#8230;., dosa lho&#8230;..Salam olah raga!! lho koq <img src='http://www.radesya.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.radesya.com/2010/07/aku-dan-sepak-bola.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membelai Pohon</title>
		<link>http://www.radesya.com/2010/06/membelai-pohon.html</link>
		<comments>http://www.radesya.com/2010/06/membelai-pohon.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jun 2010 08:08:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radesya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[akar]]></category>
		<category><![CDATA[dahan]]></category>
		<category><![CDATA[daun]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[pohon]]></category>
		<category><![CDATA[tumbuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.radesya.com/?p=1011</guid>
		<description><![CDATA[
Sudah beberapa hari ini aku begitu dekat  dengan pohon. Aku sangat menikmati petualangan ini. Meskipun capek dan  kulit jadi agak item aslinnya emang sudah item, tapi   tak menyurutkan langkahku melanjutkan perjalanan ini. Aku senang sekali  bisa begitu akrab dengan pohon. Bahkan ada salah satu pohon yang sangat  besar. Akarnnya sangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.radesya.com/wp-content/uploads/2010/06/pohon.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1012" title="pohon" src="http://www.radesya.com/wp-content/uploads/2010/06/pohon-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Sudah beberapa hari ini aku begitu dekat  dengan pohon. Aku sangat menikmati petualangan ini. Meskipun capek dan  kulit jadi agak item <span style="text-decoration: line-through;">aslinnya emang sudah item, </span>tapi   tak menyurutkan langkahku melanjutkan perjalanan ini. Aku senang sekali  bisa begitu akrab dengan pohon. Bahkan ada salah satu pohon yang sangat  besar. Akarnnya sangat kuat menancap erat dalam tanah. Tanganku bahkan  tak bisa memeluknya. Aku hanya bisa membelainya, merasakan nafasnya yang  lirih hingga tak terdengar, tapi dia  hidup seperti kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Pohon  berbeda dengan manusia. Sejak tumbuh hingga matinya, pohon tetap berada  di tempat yang sama. Karena pohon tidak bisa lari ke mana-mana seperti  aku.  Akar-akarnya berada lebih dekat dengan pusat bumi, dan daunnya  yang paling atas menjulang tinggi hingga seperti menyentuh langit.  Hidupnya hanya bergantung pada hujan, matahari dari musim ke musim. Dia  mekar menguncup ke mana cahaya matahari itu ada.  Betapa menyenangkan  berada di dekatnya, daunnya yang rindang cobalah kamu berteduh di  bawahnya, dan rasakan hembusan nafasnya. Dan  aku pernah pernah<a href="http://www.radesya.com/2009/03/ingin-menjadi-pohon.html"> ingin  menjadi pohon</a>. <img src='http://www.radesya.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1011"></span>Pohon juga tumbuh bukan atas kehendaknya,  ia tak pernah protes di mana ia tumbuh dan berkembang. Ia selalu sabar  menanti hujan, menanti pagi saat matahari mulai menyinari. Pohon itu  memiliki sikap yang qona’ah (menerima apa adanya). Berapapun jumlah  makanan yang diberikan padanya, ia akan menerimanya dengan senang hati.  Bahkan pohon juga punya rasa berbagi, memberikan tumpangan hidup pada  mahkluk lain, dan rela membagikan makanannya untuk sesamanya. Pohon juga  memberikan rasa nyaman padaku <span style="text-decoration: line-through;">saat aku nangkring di salah satu  dahannya </span>atau saat aku berteduh di bawahnya kemudian  membelai-belai tubuhnya. Aku tidak gila lho <img src='http://www.radesya.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Setiap  kali aku merasa jenuh dan bosan berada dalam ruangan, aku akan  melayangkan pandanganku padanya. <span style="text-decoration: line-through;">Beruntung sekali kampusku di  tengah hutan yang banyak pohon meskipun sekarang banyak yang sudah di  tebang </span> <img src='http://www.radesya.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  . Hingga rasa jenuh itu hilang dari pikiranku. Atau  saat aku sedang bt, aku akan memikirkan pepohonan, mengingat bagaimana  mereka tumbuh, bagaimana mereka berkembang.<span style="color: #99cc00;"> </span><span style="color: #99cc00;">Pohon yang memiliki banyak dahan  tapi hanya memiliki sedikit akar maka ia tidak akan kuat menahan  hembasan badai yang menerjangnya. Tapi pohon yang yang memiliki banyak  akar dan sedikit dahan, ia akan kelebihan makanan, meskipun tak akan  tumbang saat badai menerjang. Jadi semua harus tumbuh dengan seimbang.  Pohon harus memiliki banyak akar dan dahan, sehingga bisa menghasilkan  banyak daun dan buah. Intinya semuanya harus seimbang, hingga dapat  memberikan kerindangan dan perlindungan.</span></p>
<p style="text-align: justify;">Jadi sekarang kau  tau kenapa aku suka sekali dengan pepohonan, sesuai dengan motto  hidupku <strong><span style="color: #003366;">“ ingin jadi mentari berharap bisa menerangi dan ingin jadi pohon berharap bisa merindangi”. </span></strong> <img src='http://www.radesya.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Kawan&#8230;., tak ada salahnya kita belajar hidup darinya, tak ada salahnya kita memulainya dari sekarang. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua ya&#8230; <img src='http://www.radesya.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.radesya.com/2010/06/membelai-pohon.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>57</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kimono and Yukata</title>
		<link>http://www.radesya.com/2010/05/kimono-and-yukata.html</link>
		<comments>http://www.radesya.com/2010/05/kimono-and-yukata.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 May 2010 05:33:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radesya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[jepang]]></category>
		<category><![CDATA[kimono]]></category>
		<category><![CDATA[obi]]></category>
		<category><![CDATA[tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[yukata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.radesya.com/?p=1001</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya aku pengen banget mengenakan kimono, seperti apa ya aku kalau memakai kimono? Hihihi&#8230;. Kalian pasti sudah tahu tentang kimono kan? Itu lho pakaian tradisional Jepang. Nah pasti sudah bisa membayangkan seperti apa kimono itu. Orang Jepang sendiri menyebut kimono sebagai Gofuku atau Wafuku.  Kimono berasal dari kata ki yang berarti mengenakan, dan mono yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya aku pengen banget mengenakan kimono, seperti apa ya aku kalau memakai kimono? Hihihi&#8230;. Kalian pasti sudah tahu tentang kimono kan? Itu lho pakaian tradisional Jepang. Nah pasti sudah bisa membayangkan seperti apa kimono itu. Orang Jepang sendiri menyebut kimono sebagai Gofuku atau Wafuku.  Kimono berasal dari kata <strong>ki</strong> yang berarti <strong>mengenakan, </strong>dan <strong>mono</strong> yang berarti <strong>pakaian</strong>, so&#8230;, kimono itu berarti mengenakan pakaian. Kimono itu dipakai pada acara formal. Membuat kimono juga sangat susah, karena biasanya dibikin secara manual, bahkan zaman dulu kimono ditenun menggunakan tangan. Kimono sutera satu set dengan obi dan geta( sendal khusus buat kimono) sangatlah mahal, bisa puluhan juta harganya. Bahkan ada yang ratusan juta. Jadi orang Jepang sendiri ada yang nggak mampu membeli kimono sutera, lha bagaimana denganku ya&#8230;, hehehe..</p>
<p><a href="http://www.radesya.com/wp-content/uploads/2010/05/13148_Kimono2.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1003" title="13148_Kimono2" src="http://www.radesya.com/wp-content/uploads/2010/05/13148_Kimono2.jpg" alt="" width="521" height="676" /></a></p>
<p><span id="more-1001"></span>Ada yang membuatku tertarik mengenakan kimono, selain kimono itu pakaiannya sangat sopan, mesti berlapis lapis, lapisan pertama bernama hadajuban dan lapisan yang kedua namanya juban, juga harus mengenakan obi. Obi adalah ikat pinggang yang melilit pinggang pemakai kimono, panjangnya sekitar empat sampai lima meter.  Ada banyak jenis simpul yang digunakan saat mengikat obi ini, tapi yang paling terkenal dan disukai adalah simpul yang berbentuk  seperti kupu-kupu, namanya simpul bunko. Tapi bagi yang belum bisa membuat simpul obi bisa membelinya yang sudah jadi di toko, jadi tinggal memasangnya pada kimono yang akan dikenakan. Kimono juga bisa menunjukkan status bagi yang mengenakannya, apa dia masih gadis atau sudah bersuami, karena kimono untuk gadis biasanya lengannya lebih panjang.</p>
<div id="attachment_1004" class="wp-caption alignnone" style="width: 1373px"><a href="http://www.radesya.com/wp-content/uploads/2010/05/yukata-PS1.png"><img class="size-full wp-image-1004" title="yukata PS1" src="http://www.radesya.com/wp-content/uploads/2010/05/yukata-PS1.png" alt="" width="1363" height="725" /></a><p class="wp-caption-text">menggambar yukata</p></div>
<blockquote><p>Sudah lama aku tidak menggambar baca: coret-coret, dan sepertinya kemampuanku menurun. Ini menggunakan media Photoshop CS4, dan menggunakan mouse. Sebenarnya sudah tidak zamannya lagi menggunakan mouse, tapi aku belum memiliki wacom, yah terpaksa pakai mouse deh ^^. Yang pertama dalam menggambar ini, harus mempunyai kesabaran extra tinggi. Karena bisa berjam-jam menggambarnya. Juga harus disiapkan minum yang banyak jangan lupa cemmilan juga <img src='http://www.radesya.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  (biar tidak lapar). Kalian pasti bisa!!!</p></blockquote>
<p>Tapi sejak zaman Azuchi Momoyama lahirlah Yukata, yang bermula dari pakaian yang dipakai sesudah mandi yang disebut Yukatabira. Terus sejak zaman Edo Yukata ini menjadi sangat populer di masyarakat dan disingkat menjadi  Yukata. Jelasnya yukata adalah kimono yang bersikap tidak formal yang awalnya dipakai pada waktu sesudah mandi. Dan mengingat fungsinya yang hanya dipakai sesudah mandi, zaman dulu memakai yukata untuk bertemu seseorang dianggap kurang sopan. Tapi sekarang yukata bisa dikenakan dimanapun , karena sifatnya yang non formal itu. Yukata juga merupakan pakaian utama yang biasa dikenakan saat musim panas (natsu), karena yukata yang berbahan katun bisa membuat merasa sejuk dan nyaman. Yukata juga biasa dipakai saat melihat festifal kembang api ( Hanabi Matsuri).</p>
<div id="attachment_1005" class="wp-caption alignnone" style="width: 642px"><a href="http://www.radesya.com/wp-content/uploads/2010/05/yukata.jpg"><img class="size-full wp-image-1005" title="yukata!" src="http://www.radesya.com/wp-content/uploads/2010/05/yukata.jpg" alt="" width="632" height="890" /></a><p class="wp-caption-text">Yukata</p></div>
<blockquote><p>Setelah berjam-jam, berhari-hari, heheh&#8230;, pokoqnya sekitar 27 jam deh. Akhirnya selesailah gambarku ini. Yang perlu diingat harus tetap bersabar dan semangat. Meskipun badai datang menerjang, hujan dan halilintar menyambar <img src='http://www.radesya.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  tetap semangat!!  pasti bisa melakukannya. Tapi jangan diketawain ya&#8230;, hasilnya memang kurang memuaskan. Ini dikarenakan aku baru belajar. Jadi harap maklum saja. <img src='http://www.radesya.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
<p>Seperti halnya dengan kimono, yukata juga bisa dipakai baik laki-laki maupun perempuan. Yukata untuk laki-laki biasanya berwarna dasar gelap dengan corak garis-garis warna gelap pula. Sedangkan yukata untuk wanita biasanya berwarna cerah atau warna pastel dengan corak bunga yang beraneka warna dan corak yang paling diminati adalah bunga sakura, krisan, poppy dan bunga-bunga lain yang mekar di musim panas.</p>
<p>Yukata tidak seperti kimono yang harganya sangat mahal karena yukata biasanya dibuat dimesin pabrik jadi harganya bisa terjangkau oleh masyarakat. Jika musim panas hampir tiba, biasanya kita akan menjumpai yukata di toko-toko dengan berbagai macam corak dan warna dan tentu saja dengan harga yang terjangkau. Yukata juga bisa dipakai siapa saja tanpa perbedaan status, memakai yukata juga hanya dibutuhkan satu lapisan baju saja ( hadajuban ). Obi yukata juga hanya separuh ukuran obi kimono. So&#8230;, ingin mencoba memakai Kimono atau Yukata?</p>
<p><strong> </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.radesya.com/2010/05/kimono-and-yukata.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>52</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelajaran hidup saat mimpi</title>
		<link>http://www.radesya.com/2010/05/pelajaran-hidup-saat-mimpi.html</link>
		<comments>http://www.radesya.com/2010/05/pelajaran-hidup-saat-mimpi.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 May 2010 15:17:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radesya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[pelajaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.radesya.com/?p=995</guid>
		<description><![CDATA[
Bagiku hidup ini memang untuk belajar, dan pelajaran hidup itu bisa kita dapatkan di mana saja. Dari lingkungan kita, dari orang-orang di sekitar kita juga. Semua bisa kita jadikan untuk belajar. Dan semua cobaan hidup yang kita terima adalah pelajaran yang sangat berharga bagi kita untuk bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi. Oleh karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.radesya.com/wp-content/uploads/2010/05/sky2.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-996" title="sky2" src="http://www.radesya.com/wp-content/uploads/2010/05/sky2.jpg" alt="" width="124" height="87" /></a></p>
<p>Bagiku hidup ini memang untuk belajar, dan pelajaran hidup itu bisa kita dapatkan di mana saja. Dari lingkungan kita, dari orang-orang di sekitar kita juga. Semua bisa kita jadikan untuk belajar. Dan semua cobaan hidup yang kita terima adalah pelajaran yang sangat berharga bagi kita untuk bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi. Oleh karena itu, jika kita memiliki masalah yang sangat berat, kita jangan putus asa. Tuhan pasti akan menolong hambanya yang tak pernah putus asa. Dan jika semua jalan telah buntu, tetaplah yakin, bahwa Allah itu selalu bersama kita. Mohonlah pertolongan hanya kepada-Nya. Karena Dia yang maha penolong. Selalu ada jalan bagi orang yang tetap berusaha dan pantang menyerah.</p>
<p>Saat aku sedang sedih, saat otakku sedang buntu. Aku selalu berdoa agar Allah menolongku. Yah&#8230;, hanya kepada-Nya aku biasa menumpahkan air mata dan bercerita. Bahkan terkadang sampai ketidur seperti tadi malam. Biasanya kalau aku sedang sedih dan berdoa pada Allah hingga ketidur, aku pasti mimpi aneh. Mimpi tentang pelajaran hidup. Entah mungkin ini suatu kebetulan atau hanya bunga tidur. Tapi aku senang mendapat pelajaran ini. Bukan berrarti aku ini mempercayai mimpi lho&#8230;, aku juga tidak mengimani mimpi. Aku takut sekali jika dibilang seperti itu, karena ada seorang teman yang mengatakan kalau mimpi itu pekerjaan setan, apa itu benar? Tapi kenapa disaat aku minta petunjuk dan sedang dalam keadaan sedih selalu mimpi aneh dan tidak masuk akal (kalau masuk akal bukan mimpi kali ya) <img src='http://www.radesya.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-995"></span>Di mimpi aku sedang melihat seorang pejabat yang kedapatan selingkuh, dia masih mengenakan seragam safarinya bersama dengan seorang wanita di sebuah hotel. Sesaat kemudian aku melihat pejabat itu menangis. Aku tak melihat kelanjutannya, kemudian aku melihat dua orang kaya yang sedang menghina orang miskin, orang itu laki-laki semua. Dia berkata-kata kotor pada orang miskin yang berpakaian compang-camping. Kemudian, aku melihat lagi seorang bapak dengan anaknya perempuan. Bapak ini dulunya kaya raya kemudian jatuh miskin. Dia sedang membawa sapu lidi dan menyapu jalan raya bersama anak perempuannya itu.</p>
<p>Kemudian, orang laki-laki yang menjelaskan padaku itu membawa mereka semua ke dalam mobil. Termasuk aku ikut bersama mereka di mobil itu. Aku duduk di depan bersama laki-laki itu. Jalanan yang kami lalui begitu panjang. Hingga sampai pada sebuah gang kecil sebuah perumahan. Laki-laki itu memanggil dua orang  kaya yang telah menghina orang miskin supaya turun. Dua orang itu diturunkan di tempat yang sangat jauh dari tempat tinggalnya.  Kemudian laki-laki itu berkata</p>
<p>“Turunlah kalian! Belajarlah mennjadi orang miskin agar kalian tahu betapa pedihnya menjadi orang miskin”</p>
<p>Kemudian mobil kami melanjutkan perjalanan kembali dengan meninggalkan dua orang kaya itu yang nampak masih kebingungan. Aku hanya bisa melihatnya saja. Mobil terus saja melaju, dan sampailah kami pada sebuah masjid megah. Laki-laki itu memanggil pejabat yang sedang selingkuh supaya turun. Kemudian pejabat itu turun, dan laki-laki itu ikut turun. Dia  mengambil sesuatu dari tanah, dan iya memberikan pada pejabat itu. Yah&#8230;, aku melihat ternyata laki-laki itu mengambil kerikil yang jumlahnya banyak sekali, kemudian dia berkata pada pejabat itu</p>
<p>“bertaubatlah! Pakailah kerikil ini untuk berzikir, mintalah ampun sama Allah”</p>
<p>Setelah meninggalkan pejabat itu sendirian, kamipun melanjutkan perjalanan lagi, jalanan yang kami lalui semakin jauh dan berat, yang tinggal di mobil sekarang tinggal aku, laki-laki itu dan bapak-bapak bersama anak perempuannya. Kami di bawa pada suatu tempat, yang aku lupa namanya. Dan mobil yang kami naiki berhenti di depan sebuah rumah mewah. Kemudian laki-laki itu berkata pada bapak-bapak itu.</p>
<p>“Apa kamu masih ingat tempat ini!” ucapnya pada bapak itu</p>
<p>“Iya, dulu ini rumah saya” jawab bapak itu</p>
<p>“Sekarang kamu turunlah!, lihatlah kembali rumahmu “</p>
<p>Kemudian bapak itu turun bersama anaknya, dan laki-laki itu juga turun, dia juga mengambil kerikil yang sangat banyak pada dan memberikan kepada bapak itu dan berkata:</p>
<p>“Dulu kamu sangat kaya raya, tapi sekarang kamu miskin karena semua bisa berubah, tidak ada yang abadi”</p>
<p>Bapak itu hanya menunduk, sambil  masih memegang sapu juga kerikil.</p>
<p>“Sapulah halaman ini, kemudian kamu berdoa dan berzikir setelahnya, minta ampunlah atas kesombonganmu selama ini”</p>
<p>Kamipun meninggalkan bapak itu dengan anak perempuannya, dan sekarang tinggal aku sendiri bersama laki-laki itu. Dan dia terus saja melajukan  mobilnya. Jalanan yang terasa sangat jauh sekali. Akhirnya kami tiba di suatu tempat yang banyak pohonnya, kemudian laki-laki itu bicara padaku</p>
<p>“Tempat mustajab untuk berdoa adalah di sana” ucapnya sambil menunjuk arah pohon-pohon itu, dan anehnya, tempat itu berubah, langitnya berwarna indah. Aku tertegun melihatnya. Banyak orang yang sedang berzikir seperti di sebuah masjid. Mereka duduk dengan sangat rapi, banyak sekali orangnya. Kemudian orang itu berkata</p>
<p>“Di Makkah”</p>
<p>Dan aku terbangun setelah mendengar kata Makkah, dan kata Makkah terngiang-ngiang di kepala, aku hampir saja telat untuk subuh. Mimpi yang aneh, bunga tidur yang aneh&#8230;, dan aku berdoa ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari godaan syetan yang terkutuk. Tapi aku jadi bingung, sungguh sangat bingung, kenapa aku selalu bermimpi aneh saat sedang sedih. Tapi sungguh, mimpi ini telah menyadarkan aku akan banyak hal. Masalah yang aku hadapi ini terlalu kecil dibanding dengan masalah orang-orang yang ada di mimpiku itu. Dan untuk itu aku sangat bersyukur&#8230;, aku serahkan semua masalah yang aku hadapi saat ini hanya padaMu ya Allah&#8230;, hanya padaMu&#8230;, terimakasih mimpi, telah memberiku pelajaran hidup yang bisa buatku untuk berkaca.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.radesya.com/2010/05/pelajaran-hidup-saat-mimpi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayahku Hebat</title>
		<link>http://www.radesya.com/2010/04/ayahku-hebat.html</link>
		<comments>http://www.radesya.com/2010/04/ayahku-hebat.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Apr 2010 09:28:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radesya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[hebat]]></category>
		<category><![CDATA[papa]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.radesya.com/?p=989</guid>
		<description><![CDATA[Kawan-kawan mungkin pernah mendengar atau bahkan melihat acara ini. Itu lho yang ditayangin di salah satu TV swasta, yang menceritakan kekaguman dan kebanggaan seorang anak kepada ayahnya. Aku pernah menonton acara ini, meskipun tidak sering sih, menurut aku ini tayangan yang bagus buat anak-anak. Ini bisa mendidik anak-anak agar bangga dan tidak merasa malu dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_990" class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><a href="http://www.radesya.com/wp-content/uploads/2010/04/pilot1.jpg"><img class="size-full wp-image-990" title="pilot1" src="http://www.radesya.com/wp-content/uploads/2010/04/pilot1.jpg" alt="" width="500" height="349" /></a><p class="wp-caption-text">ini bukan papaku lho...</p></div>
<p>Kawan-kawan mungkin pernah mendengar atau bahkan melihat acara ini. Itu lho yang ditayangin di salah satu TV swasta, yang menceritakan kekaguman dan kebanggaan seorang anak kepada ayahnya. Aku pernah menonton acara ini, meskipun tidak sering sih, menurut aku ini tayangan yang bagus buat anak-anak. Ini bisa mendidik anak-anak agar bangga dan tidak merasa malu dengan pekerjaan orang tuanya. Aku sangat terharu melihatnya, bagaimana perjuangan seorang ayah agar bisa menghidupi keluarganya. Sungguh pengorbanan yang luar biasa. Tapi sayangnya aku tidak punya kesempatan seperti mereka, kebersamaanku dengan papa cukup singkat.</p>
<p>Aku jadi teringat kejadian waktu itu, saat itu aku kelas 4 SD mau naik ke kelas 5. Saat liburan kami diberi tugas menulis, temanya tentang membantu ayah. Saat itu aku bingung juga sih, kebetulan guru kami itu guru baru di sekolah. Jadi bu guru tidak tau kalau aku emang sudah tak punya ayah. Aku sempat minta dispensasi, bagaimana kalau membantu mama saja. Tapi tetap tidak boleh. Alasannya biar kita bisa dekat dengan ayah kita. Lha bagaimana aku bisa menulis seperti itu, papaku udah gag ada saat aku masih kecil. Sedih juga rasanya. Akhirnya aku mengingat-ingat saat bersama papaku. Apa saja yang aku ingat tentang papa aku tulis. Mungkin karangan aku waktu itu tidak sesuai dengan tema,  yang aku tulis bukan “membantu ayah”, tapi “mengingat papa” <img src='http://www.radesya.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-989"></span>Dulu aku suka iri saat penerimaan rapor di sekolah. Kebanyakan teman-temanku di dampingi oleh orang tua mereka. Tapi tidak dengan aku dan kakak. Bahkan mama selalu datang terlambat ke sekolah. Hingga akhirnya aku mengenal seorang teman dari sebuah panti asuhan yang tak pernah, bahkan tidak tahu siapa orang tuanya. Ternyata aku lebih beruntung darinya. Alhamdulillah ya Allah&#8230;..</p>
<p>Ternyata banyak yang bernasib seperti aku, teman-teman kecilku juga banyak yang tidak memiliki orang tua. Tapi mereka bisa menjalani hidup dengan penuh semangat. Hidup akan terus berjalan walau tanpa kehadiran seorang ayah. Terkadang aku merasa heran dengan mereka, aku tak pernah mendengarkan mereka bercerita atau sekedar menanyakan ayah mereka. Apakah mereka benar-benar telah melupakan orang tuanya?</p>
<p>Meskipun aku tidak memiliki ayah, aku sangat bersyukur, karena masih memilki mama yang sangat baik. Mama adalah papa juga bagiku. Mungkin kalau waktu bisa berhenti sejenak, dan papa masih bisa berada di sampingku lagi. Aku akan bercerita betapa hebatnya ayahku. Betapa kerennya ayahku, mampu menakhlukkan angkasa. Bisa menerbangkan pesawat yang sangat besar. Setidaknya itu yang aku ingat tentang papa. Walaupun papa sudah pergi jauh, dia akan terus ada di hatiku. Tak akan tergantikan oleh siapapun. Meskipun kebersamaan kami sangat singkat.</p>
<p>Ayahku hebat, setidaknya itu juga pantas aku ucapkan untuk papaku. Bagiku papa tetap hebat selamanya. Semoga Allah selalu menjaga papa di sana, sampai kelak kita dipertemukan di surga-Nya amin&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.radesya.com/2010/04/ayahku-hebat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>38</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mama</title>
		<link>http://www.radesya.com/2010/04/mama.html</link>
		<comments>http://www.radesya.com/2010/04/mama.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Apr 2010 19:49:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radesya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Story of my life]]></category>
		<category><![CDATA[mama]]></category>
		<category><![CDATA[rindu]]></category>
		<category><![CDATA[sayang]]></category>
		<category><![CDATA[ulang tahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.radesya.com/?p=982</guid>
		<description><![CDATA[
Dear Mama&#8230;,
Saat aku berada jauh dari mama, begitu banyak kerinduan yang menumpuk dalam dada. Saat ruang dalam dada ini penuh, aku akan menumpahkan semua rinduku bersama air bening yang jatuh di atas bantalku. Kemudian selang beberapa menit, mama akan menelponku. Sungguh kita mempunyai ikatan batin yang kuat. Kemudian mama akan menghiburku, menceritakan sesuatu yang lucu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.radesya.com/wp-content/uploads/2010/04/mom.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-984" title="mom" src="http://www.radesya.com/wp-content/uploads/2010/04/mom.jpg" alt="" width="260" height="195" /></a></p>
<p>Dear Mama&#8230;,</p>
<p>Saat aku berada jauh dari mama, begitu banyak kerinduan yang menumpuk dalam dada. Saat ruang dalam dada ini penuh, aku akan menumpahkan semua rinduku bersama air bening yang jatuh di atas bantalku. Kemudian selang beberapa menit, mama akan menelponku. Sungguh kita mempunyai ikatan batin yang kuat. Kemudian mama akan menghiburku, menceritakan sesuatu yang lucu agar aku bisa tersenyum lagi. Saat itu aku merasa anak paling cengeng sedunia. Meski aku tahu, mama juga sering menumpahkan air mata mama saat berdoa buatku.</p>
<p>Tak terasa sudah hampir tiga tahun kita bersama, meski mama selalu sibuk, tapi aku sangat bahagia bisa dekat dengan mama. Aku selalu ingin melihat senyum mama, aku ingin melihat mama bahagia. Tapi kenyataannya, aku sering membuat hati mama sedih, aku sering menyusahkan mama. Maafkan Ajeng ma&#8230;, aku tak bermaksud seperti itu. Jika boleh aku meminta, aku ingin menggantikan seluruh kesedihan mama dengan semua  kebahagiaan yang aku miliki. Biarlah segala sakit dan kepedihan ada pada Ajeng, asal mama selalu dalam keadaan sehat. Ajeng ingin melihat mama selalu tersenyum, seperti mama yang sering bilang padaku.</p>
<p><span id="more-982"></span>Begitu besar pengorbanan mama padaku, pada kakak. Rasanya berapapun jumlah kebaikan yang akan aku berikan pada mama tak akan pernah bisa melunasi segala yang telah mama berikan padaku. Bahkan mama rela menjadi single parent demi kami, padahal aku tahu, mama masih sangat muda saat itu. Tapi mama tetap semangat mengasuhku sendirian. Maafkan Ajeng ma&#8230;, telat menyadari itu semua. Tapi dulu aku memang tidak mengerti dengan semua itu. Mama selalu ada buat kami. Saat aku telah terlelap, mama menaikkan selimutku, kemudian tangan mama bergerak pelan di dahiku, dan mencium keningku. Itu yang selalu mama lakukan jika mama pulang larut dan aku telah terlelap. Tapi sebenarnya aku tidak benar-benar terlelap. Bahkan saat mama pulang, sebenarnya aku terbangun karena suara deru mesin kendaraan mama telah terekam di otakku. Tapi aku pura-pura terlelap, ingin bermanja-manja sama mama.</p>
<p>Mama adalah sahabat terbaik yang aku miliki, meskipun aku jarang sekali curhat sama mama, tapi mama bisa tahu apa yang terjadi denganku. Ajeng heran mam, gimana cara mama mengetahui itu semua? Mama selalu bisa memancingku untuk bercerita, hehehe&#8230;, padahal aku ini tertutup dan malu kalau harus bercerita sama mama. Mama juga sering menjadi penasehat yang bijaksana.  Dulu saat aku ketakutan, aku selalu sembunyi di balik ketiak mama, kemudian mama mengusap-usap punggungku, dan menenangkan aku. Bahkan sampai sekarang kalau aku takut, aku selalu mencari-cari ketiak mama untuk sembunyi, hihihi&#8230;.</p>
<p>Mama&#8230;, aku ingin selalu dekat dengan mama, ingin bisa terus menjaga mama. Tapi&#8230;, jika Tuhan mendahulukan aku sebelum mama, aku ingin mama tetap berdoa buatku. Hidup harus terus berjalan meskipun tanpa Ajeng. Percayalah.., Ajeng selalu ada buat mama, seperti mama selalu ada buat Ajeng. Aku sangat sayang sama mama, pada kakak juga. Mama dan kakak adalah hidup Ajeng.</p>
<blockquote><p>Mama&#8230;, terima kasih ya mam&#8230;, dan hari itu, bertepatapan dengan hari kelahiran RA. Kartini, mama dilahirkan di dunia ini,  Ajeng dan kak Radit mengucapkan, <strong>“Selamat Ulang Tahun mama&#8230;”</strong>, semoga kebahagiaan selalu tercurah buat mama, semoga mama sehat selalu, semoga Allah selalu menjaga mama&#8230;. Amin.  Ajeng sangat sayang sama mama&#8230;. <img src='http://www.radesya.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
<p>~mentari kecilmu~</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.radesya.com/2010/04/mama.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>39</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengorek telinga dan mengorek hidung (baca: ngupil)</title>
		<link>http://www.radesya.com/2010/04/mengorek-telinga-dan-mengorek-hidung-baca-ngupil.html</link>
		<comments>http://www.radesya.com/2010/04/mengorek-telinga-dan-mengorek-hidung-baca-ngupil.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Apr 2010 14:19:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radesya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.radesya.com/?p=974</guid>
		<description><![CDATA[
Aku ini suka sekali menjaga kebersihan, jadi tiap beberapa hari sekali aku suka membersihkan telinga dan hidung (maksudku membersihkan upilnya). Telinga suka terasa gatal kalau tidak dibersihkan, tentu saja aku membersihkannya dengan menggunakan cotton bud, secara hati-hati, karena kalau tidak dengan hati-hati ntar kapas di ujung cotton bud bisa tertinggal di dalamnya.  Dulu aku pernah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.radesya.com/wp-content/uploads/2010/04/telinga2.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-976" title="telinga2" src="http://www.radesya.com/wp-content/uploads/2010/04/telinga2.jpg" alt="" width="113" height="86" /></a></p>
<p>Aku ini suka sekali menjaga kebersihan, jadi tiap beberapa hari sekali aku suka membersihkan telinga dan hidung (maksudku membersihkan upilnya). Telinga suka terasa gatal kalau tidak dibersihkan, tentu saja aku membersihkannya dengan menggunakan cotton bud, secara hati-hati, karena kalau tidak dengan hati-hati ntar kapas di ujung cotton bud bisa tertinggal di dalamnya.  Dulu aku pernah ujung cotton bud tertinggal di telingaku. Terpaksa pergi ke dokter untuk mengambilnya. Padahal aku cuma membersihkan yang bagian pinggirnya saja, eh  malah nyangkut. Tapi entah kenapa ya.., aku koq suka banget membersihkan kotoran telinga gitu. Mama sering  jadi korban lho&#8230;, aku paksa gitu untuk aku bersihin telinganya, padahal udah bersih&#8230;, hihihihi&#8230;&#8230;</p>
<p><a href="http://www.radesya.com/wp-content/uploads/2010/04/telinga.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-977" title="telinga" src="http://www.radesya.com/wp-content/uploads/2010/04/telinga.jpg" alt="" width="224" height="226" /></a></p>
<p>Dan perlu diperhatikan juga, mengorek telinga harus berhati-hati, karena kalau tidak hati-hati, nanti gendang telinga kita bisa tertusuk lho, selain itu bisa mengakibatkan serumen (getah telinga) terdorong ke dalam. Makanya, usahakan jangan mengorek telinga terus-menerus. Ntar getah telingan yang terdorong ke dalam bisa menumpuk dan mengakibatkan pendengaran kita bisa menurun karena tersumbat kotoran itu. Nah untuk itu bersihin telinganya jangan sampai masuk ke liang telinga terlalu dalam. Atau cukup bersihin kotoran yang terlihat saja.</p>
<p><span id="more-974"></span>Selain membersihkan telinga, aku juga suka membersihkan hidung (baca: ngupil) ^^, mungkin setiap orang pasti pernah mengupil. Bahkan ada beberapa orang yang menjadikan mengupil sebagai rutinitas harian mereka lho&#8230;.., tau mengupil kan? Mengupil itu memasukkan telunjuk jari kita untuk mencari kotoran yang ada dalam hidung kita. Dan parahnya lagi, ada orang yang gag bisa menghentikan kebiasaan mengupil ini.  Kelainan ini disebut <em>rhinotillexomania</em><strong> .</strong></p>
<p><a href="http://www.radesya.com/wp-content/uploads/2010/04/ngupil.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-978" title="ngupil" src="http://www.radesya.com/wp-content/uploads/2010/04/ngupil.jpg" alt="" width="116" height="87" /></a></p>
<p>Mengupil memang mengasikkan, namun juga bisa berbahaya lho&#8230;, apalagi jika jari kita kotor, kan bisa membawa kuman. Dan  harus dilakukan dengan hati-hati juga, jangan memasukkan jari kita dengan keras, ntar hidung kita bisa terluka. Bukan bersih lagi, tapi sakit yang didapat.</p>
<p>Sebenarnya aku tidak sering mengupil, cuma kalau hidungku terasa gatal saja. Terkadang kita ini tidak sadar kalau sedang mengupil. Pernah aku lihat seorang teman yang sedang asyik mengupil, sehingga tak sadar kalau banyak pasang mata yang sedang memperhatikannya. Pas kita sadar akan merasa malu. Banyak orang penting dan terkenal yang kedapatan mengupil lho ^^. Eh jangan lupa juga, ini sangat penting, setelah mengupil, cuci tangan kita dengan bersih. Jangan habis ngupil trus comot makanan lho, hihihi&#8230;., bisa-bisa ada sisa upil di makanan kita, aih&#8230;..</p>
<p><a href="http://www.radesya.com/wp-content/uploads/2010/04/roysuryongupil.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-979" title="roysuryongupil" src="http://www.radesya.com/wp-content/uploads/2010/04/roysuryongupil.jpg" alt="" width="96" height="96" /></a></p>
<p>Owh iya, kenapa ya tiap habis ngupil aku pasti pilek? Padahal tanganku bersih lho&#8230;, apa karena bentuk hidung aku? Adakah yang seperti aku? Aku heran saja, aneh gitu. Masak hidungku gag boleh dibersihin sih? Adakah kakak dokter yang bisa menjelaskan padaku? Mungkinkah bentuk hidung itu bisa berpengaruh ya? Kan hidung kalau tidak dibersihin juga gag enak rasanya, ntar upilnya menumpuk dunk hehehe&#8230;.</p>
<p>(sebenarnya aku malu menulis ini) ^^</p>
<p>(gambar from google)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.radesya.com/2010/04/mengorek-telinga-dan-mengorek-hidung-baca-ngupil.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ulat Mopane</title>
		<link>http://www.radesya.com/2010/04/ulat-mopane.html</link>
		<comments>http://www.radesya.com/2010/04/ulat-mopane.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Apr 2010 09:16:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radesya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Afrika]]></category>
		<category><![CDATA[hidangan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[protein]]></category>
		<category><![CDATA[ulat]]></category>
		<category><![CDATA[ulat mopane]]></category>
		<category><![CDATA[ulat sagu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.radesya.com/?p=961</guid>
		<description><![CDATA[Ulat, mendengar kata ulat saja aku udah merasa mual, jijik, bahkan sampai merinding gitu. Mungkin kalian juga akan sependapat denganku, kalau mahkluk ini emang menggelikan sekaligus menjijikkan. Apalagi kalau tiba-tiba saja ulat itu berjalan merambat di tubuh kita. Iiiiiiiihhhhhhhhh&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;, pasti menakutkan sekali. Mahkluk ini juga menjadi salah satu hewan yang aku takuti selain kecoa, tikus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #008080;"><strong>Ulat</strong></span>, mendengar kata ulat saja aku udah merasa mual, jijik, bahkan sampai merinding gitu. Mungkin kalian juga akan sependapat denganku, kalau mahkluk ini emang menggelikan sekaligus menjijikkan. Apalagi kalau tiba-tiba saja ulat itu berjalan merambat di tubuh kita. Iiiiiiiihhhhhhhhh&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;, pasti menakutkan sekali. Mahkluk ini juga menjadi salah satu hewan yang aku takuti selain kecoa, tikus got, anjing, kaki seribu, ular, cacing, kala jengking dan sebangsanya deh&#8230;.</p>
<blockquote><p>Dulu saat aku di Jogja, aku sering panjat pohon jambu milik eyang. Entah kenapa, saat itu aku senang sekali panjat pohon, sambil menunggu angin, trus saat angin mendesir, tubuhku ikut meliuk-liuk sambil pegangan pada batang pohon yang bercabang. Rasanya asyik, apalagi bisa dengar suara angin yang berderak-derak. Hmmm&#8230;., rasanya sungguh luar biasa, sangat menyenangkan. Tapi tentu saja aku harus sembunyi-sembunyi saat naik pohon. Secara aku adalah anak perempuan, dan memanjat pohon adalah larangan keras bagiku. Tapi emang dasar aku ini bandel, justru apa yang dilarang bikin aku penasaran. Tapi sungguh asyik lho naik pohon, coba deh&#8230; ^^</p>
<p>Nah, saat asyik naik pohon, tak sengaja di tanganku ada sesuatu yang merambat gitu, terasa geli bercampur gatal. Saat aku lihat, ternyata ulat bulu berwarna hijau sedang asyik menyusuri tanganku. Aku kaget banget, terus aku kibaskan tangan sekuat tenaga sambil menjerit-jerit. Saat ulat itu terlepas dari tanganku, aku lihat, ternyata di daun jambu ada ribuan ulat yang sedang menggeliat. Aku sangat panik, ketakutan, aku gag berani turun ke bawah. Aku teriak-teriak gag ada yang mendengar, karena letak pohonnya agak jauh dari rumah utama. Beruntung sekali ada yang lewat di bawahku. Lihat aku nangis sambil nangkring di atas pohon, orang itu ketawa, tapi gag nolong aku. Trus dilaporin ke eyang deh. Tentu saja eyang marah lihat aku naik pohon. Akhirnya karena aku takut turun, dibawain tangga , sejak itu aku takut sekali sama ulat. Cos setelah itu tubuhku pada bentol-bentol, gatal banget.</p></blockquote>
<p>Tapi apa kalian tahu? Ada ulat yang bisa dimakan lho&#8230;, aku gag habis pikir kenapa orang bisa memakan hewan yang menggelikan itu ya&#8230;., di daerah pedesaan di papua ulat banyak diburu untuk disantap. Bahkan ada yang berani memakan mentah gitu. Ulatnya berwarna putih dan gemuk, bisa ditemukan di dalam pohon sagu yang membusuk. Ulat ini dinamakan ulat sagu.</p>
<div id="attachment_962" class="wp-caption aligncenter" style="width: 270px"><a href="http://www.radesya.com/wp-content/uploads/2010/04/ulat-sagu.jpeg"><img class="size-full wp-image-962" title="ulat sagu" src="http://www.radesya.com/wp-content/uploads/2010/04/ulat-sagu.jpeg" alt="" width="260" height="195" /></a><p class="wp-caption-text">Ulat sagu</p></div>
<p>Selain di Indonesia, di Afrika makhluk lunak tak bertulang ini juga menjadi santapan yang lezat yang selalu ditunggu setiap tahunnya. Itulah ulat yang menjadi ngengat kaisar atau dalam bahasa Inggrisnya <em>Emperor Moth</em> atau dalam bahasa latinnya <em>Brasia Belina.</em> Di Afrika mahkluk ini dikenal dengan sebutan <strong>Ulat Mopane</strong>, sesuai dengan habitat yang disukainya yaitu pohon Mopane.</p>
<p><a href="http://www.radesya.com/wp-content/uploads/2010/04/mopane_worm.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-963" title="mopane_worm" src="http://www.radesya.com/wp-content/uploads/2010/04/mopane_worm.jpg" alt="ulat mopane" width="200" height="266" /></a></p>
<p>Tahukah kawan, mahkluk kecil, gendut dan suka sekali menggeliat-geliat ini mengandung protein yang tinggi lho. Seporsi ulat yang dapat dimakan sama bergizinya dengan seporsi daging atau ikan dan memenuhi sekitar 75 persen kebutuhan protein, mineral, vitamin harian orang dewasa. Hewan kecil ini juga sangat bermanfaat untuk melindungi ekologi hutan-hutan dan padang rumput yang relatif kering dan tidak subur.</p>
<div id="attachment_964" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><a href="http://www.radesya.com/wp-content/uploads/2010/04/mopane33.jpeg"><img class="size-full wp-image-964" title="mopane33" src="http://www.radesya.com/wp-content/uploads/2010/04/mopane33.jpeg" alt="" width="225" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">aneka masakan mopane</p></div>
<p>Sewaktu makan, jutaan mahkhuk ini mengubah dedaunan yang dikonsumsinya yang semula beracun menjadi makanan yang bermanfaat. Dan selama daur hidupnya yang singkat, yaitu hanya enam minggu, ulat-ulat tersebut melahap sekitar sepuluh kali lebih banyak tumbuh-tumbuhan dan menghasilkan pupuk hampir empat kali lebih banyak dibanding dengan gajah-gajah yang merumput dilokasi yang sama. Ini dikarenakan ulat mopane ini melahap dedaunan dengan sangat cepat dan banyak. Makanya ulat ini cepet membesar dengan sangat mencengangkan, sampai hampir 4000 kali lho.</p>
<div id="attachment_966" class="wp-caption aligncenter" style="width: 122px"><a href="http://www.radesya.com/wp-content/uploads/2010/04/mopane-kering1.jpeg"><img class="size-full wp-image-966" title="mopane kering" src="http://www.radesya.com/wp-content/uploads/2010/04/mopane-kering1.jpeg" alt="" width="112" height="84" /></a><p class="wp-caption-text">mopane kering</p></div>
<p>Ulat-ulat ini bisa dipanen setahun dua kali, yaitu pada setiap musim hujan. Para wanita di pedesaan Afrika memanen ulat ini dengan cara mengambilnya dengan tangan. Iihhhh&#8230;., terbayang olehku, hewan itu menggeliat-geliat di tangan mereka, pasti sangat menggelikan. Dan setelah memanen, mereka akan mengumpulkan ulat-ulat itu dan membuang isi perutnya, kemudian merebusnya dan setelah itu baru dijemur untuk dikeringkan.  Setelah diolah, ulat kering ini bisa jadi cemilan yang renyah. Apa mungkin mereka membuat ulat crispy ya? Tapi ada juga yang merendam ulat kering itu kemudian direbus untuk dijadikan sup ulat. Ada juga yang menumisnya dengan bawang merah, cabe dan tomat. Mungkin kalau di Indonesia namanya ”tumis ulat pedas”.</p>
<p><a href="http://www.radesya.com/wp-content/uploads/2010/04/mopane2.jpeg"><img class="aligncenter size-full wp-image-967" title="mopane2" src="http://www.radesya.com/wp-content/uploads/2010/04/mopane2.jpeg" alt="ulat mopane" width="118" height="89" /></a></p>
<p>Tapi ingat ya&#8230;, tidak semua ulat bisa dimakan, karena ada ulat yang beracun lho.., jadi harus hati-hati dalam memilih ulat untuk santapan. Gimana, apa Anda berani mencoba memakannya? Ingat ya.., meskipun mahkluk ini sangat menjijikkan, tapi memiliki kadar protein yang sangat tinggi lho&#8230;, tapi desya sendiri gag berani coba memakannya. Melihat saja perut jadi mual <img src='http://www.radesya.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>ket:</p>
<p>*dari berbagai sumber*</p>
<p>gambar diambil dari google</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.radesya.com/2010/04/ulat-mopane.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penggerutu</title>
		<link>http://www.radesya.com/2010/03/penggerutu.html</link>
		<comments>http://www.radesya.com/2010/03/penggerutu.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 11:20:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radesya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[benci]]></category>
		<category><![CDATA[marah]]></category>
		<category><![CDATA[menggerutu]]></category>
		<category><![CDATA[penggerutu]]></category>
		<category><![CDATA[senyum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://redesya.wordpress.com/?p=398</guid>
		<description><![CDATA[
Sepertinya dunia ini koq isinya manusia-manusia penggerutu ya&#8230;.. (termasuk aku ^^). Saat aku duduk-duduk menanti kelas berikutnya, biasanya aku mencari tempat yang agak jauh dari keriuhan untuk membaca buku. Bukannya tidak mau ngobrol sama temen-temen, tapi aku emang tidak suka ngobrol yang ujung-ujungnya pasti ngerumpi. Dari tempatku duduk, kira-kira dua meter di sampingku, ada dua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://redesya.files.wordpress.com/2010/03/smurf.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-402" title="smurf" src="http://redesya.files.wordpress.com/2010/03/smurf.jpg" alt="" width="255" height="255" /></a></p>
<p>Sepertinya dunia ini koq isinya manusia-manusia penggerutu ya&#8230;.. (termasuk aku ^^). Saat aku duduk-duduk menanti kelas berikutnya, biasanya aku mencari tempat yang agak jauh dari keriuhan untuk membaca buku. Bukannya tidak mau ngobrol sama temen-temen, tapi aku emang tidak suka ngobrol yang ujung-ujungnya pasti ngerumpi. Dari tempatku duduk, kira-kira dua meter di sampingku, ada dua orang yang tidak aku kenal sedang ngobrol, meskipun aku sedang baca buku, tapi kenapa ya.., telingaku ini koq ikut mendengarkan obrolan mereka, padahal aku sudah konsentrasi untuk membaca. Tapi rasa-rasanya telingaku ini tidak mau aku kekang agar tidak menguping, meskipun ini tidak aku sengaja lho&#8230; Sebenarnya aku pengen pindah ke tempat lain, tapi aku males aja pindah-pindah mulu.</p>
<p>Pertama-tama mereka sedang membicarakan soal mata kuliah, katanya semakin hari semakin membosankan saja, kemudian mereka bicara soal biaya yang mahal, trus menyinggung masalah BO*-* yang katanya sudah tidak sesuai lagi. Ya mereka ini sudah menggerutu. Bahkan menggerutui BEM yang lamban bertindak, kemudian beralih membicarakan soal ibu kos mereka yang terlalu ketat, karena salah satu mereka pernah gag bisa masuk kos gara-gara pulang terlalu malam. Rupanya bahan untuk menggerutu tiada habisnya.</p>
<p>Selang beberapa menit ada cowo yang melangkah dengan santai, cowo ini kebetulan berkulit gelap, rambutnya ikal, trus hidungnya besar. Mereka bilang “idih&#8230;, itu cowo udah item, hidungnya besar pula”. Lho&#8230;lho&#8230;., ini namanya pelecehan fisik! Emang apa salahnya kalau item dan berhidung besar? Perasaan cowo itu cuma lewat dan tidak mengganggu mereka deh&#8230;, lagian itu juga bukan kesalahannya kalau ia dilahirkan seperti itu, tapi tetap saja bisa jadi bahan gerutuan, huh!</p>
<p><span id="more-398"></span>Kemudian saat aku pulang, biasanya emang kalau pas pulang jalanan agak macet, emang macet sih&#8230;, saat ada lampu merah kemudian berganti hijau. Mobil yang depan kebetulan ada yang terlambat untuk maju. Gitu saja dah bikin kita marah, jengkel dan menggerutu. “Itu mobil gimana sih, udah hijau gag jalan-jalan!” begitu biasanya. Atau saat hujan sedang turun dan lama berhentinya, kita juga menggerutu, “Hujan dari tadi, gag berhenti-berhenti”, emang hujan salah apa sama kita? Aku gag pernah tau apa kesalahan hujan pada kita, namun begitu kita kerap “menggerutuinya” (kalimat ini benar gag ya?)</p>
<p>Tanpa sadar kita ini telah menjadi manusia-manusia penggerutu, aku juga termasuk di dalamnya, meskipun terkadang menggerutu dalam hati (kalau dalam hati namanya mengerutu juga gag?). Biasanya menggerutu itu kita tunjukkan pada sesuatu yang tidak kita sukai, sesuatu yang kita benci, sesuatu yang bikin hati kita jengkel. (kalau menggerutu sesutu yang baik namanya apa ya?)</p>
<p>Melihat tayangan di televisi saja sudah bikin kita menggerutu tak karuan, “itu koq begini, itu koq begitu”, apalagi tentang kasus bank century yang gag kelar-kelar. Sepertinya seluruh rakyat Indonesia menggerutu, membenci, menghujat, dan sebagainya. Memang banyak persoalan yang layak kita benci, tapi&#8230;., terkadang kita juga salah menempatkan kebencian kita, karena terkadang kita tak benar-benar mengerti apa yang kita benci dan gerutui. Bukankah kita juga bisa keliru dalam menilai suatu hal?</p>
<p>Terus gimana ya agar kita tidak sering menggerutu?</p>
<p>Mungkin kita harus bisa positive thinking, dengan berpikir positif, setidaknya bisa menghalau kita untuk tidak menggerutu. Sebelum kita menggerutui kalau “orang itu jelek”, lebih dulu kita berpikir meskipun orang itu jelek, tapi hatinya sungguh mulia luar biasa. Sebelum kita menggerutui ibu kos yang galak, kita lebih dulu berpikir, ibu kos galak demi kebaikan kita juga. Nah dengan begitu kita tidak jadi menggerutu.</p>
<p>Dari pada kita marah-marah akan hal yang gag jelas, mendingan kita memikirkan sesuatu yang membuat kita senang dan bahagia. Jangan biasakan kita menggerutui akan suatu hal, atau kita terlalu sibuk mencari bahan untuk menggerutu. Mendingan kita alihkan  pada hal-hal yang menggembirakan hati kita.</p>
<p>Caranya, kita tinggalkan saja hal-hal yang membuat hati kita marah, misalnya lihat senyum desya saja ^^, <a href="http://redesya.files.wordpress.com/2010/03/deslg.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-404" title="deslg" src="http://redesya.files.wordpress.com/2010/03/deslg.jpg" alt="" width="178" height="215" /></a></p>
<p>tau gag&#8230;., melihat orang tersenyum dengan tulus, membuat hati kita jadi nyaman lho&#8230;, makanya senyum itu termasuk sodaqoh yang sangat murah. So&#8230;., mari bergembira&#8230;, mari tersenyum bersama &#8230; <img src='http://www.radesya.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.radesya.com/2010/03/penggerutu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>51</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
