You are here:
Home >Archive for the ‘
Puisi’ Category
(Untuk para Bunda di seluruh dunia)
Puisi ini sebenarnya udah pernah aku publish saat mama ultah, tapi aku revisi kembali . Dan aku persembahkan untuk memperingati hari Ibu
Untuk seluruh Ibu di seluruh Indonesia: “Selamat Hari Ibu”
Betapa mata ini tak sanggup membendung buliran-buliran air mata…
Dan…, kata indah tak mampu melukiskan…, betapa besar pengorbanan dan kasih sayangnya
Dialah “mama” [...]
Tags: cinta, doa, kasih sayang, mama, surga
aku akan pergi tuan…
dan bumi akan menangiskan
laguku
tetesan air mata duka
perih sayatan luka
duniaku telah hilang tuan…
seiring terbenam matahari
karena senja telah mencabik cabik
isi kepala
Tags: air mata, bumi, duka, luka, tangis
selalu memikirkannya……
selalu merindukannya……
selalu ingin dekat denganya……
apakah itu jatuh cinta?
entahlah…..
“itukah yang kau rasa?”
my fisrt love..
ssssstt………, jangan bilang mom…
Tags: first love, jatuh cinta
kubaringkan letihku pada segudang tanya
berbantal jam dinding tak bernyawa
melihat wajah Ibu yang kuyu…
mungkin telah lelah menunggu…
munngkin juga ingin marah
namun hati dan rahimnya mencegah
dengarlah…
suaraku tercekat
pada dinding dinding dan sekat
tak pernah lagi bisa keluar dari bibirku…
yang kelu…
secangkir kolosi pahit menemaniku
aku sudah tak bisa lagi merasa
ujung lidahku telah mati rasa
hanya pahit itu yang ter-ecap
dan mataku hanya bisa mengerjap
Tags: dengarlah, hati. rahim, Ibu, kelu, pahit, wajah
Ini bukan puisi patah hati, tapi patah semangat
Aku telah lelah bunda
Bernafas dengan gelisah
Menunggu waktu hingga jengah
Menangisi hari yang tak kunjung usai
Kepedihan menikam-nikam jantung sepiku
Tak ada lagi gairah bunda
Separuh hatiku telah hilang
Bersama angin dia terbang
Bahkan debu pun tak pernah paham
Jika hatiku telah hancur menjadi debu
Tags: bunda, cahaya, hari, lelah, patah, Puisi, rapuh, sayap, sunyi