You are here:
Home >Archive for the ‘
cerpen’ Category
Aku tak pernah tau kapan kau datang. Aku tak pernah tahu bagaimana kau berbentuk, kau hanya bisa aku rasa, hingga aku tau kau ada. Kau begitu terpana melihatku. Saat senja turun remang semburat jingga terang. Kau sentuh aku dengan lembut, selembut sutera nirmala. Aku terbuai oleh belaianmu. Aku bergoyang pelan. Kau sentuh aku agak keras, [...]
Tags: angin, basah, bumi, hujan, ilalang, senja, tanah
Aku termenung dalam diam dan bisu, memikirkan ini sendirian. Tak ada teman maupun kerabat yang bisa untuk aku berbagi. Hidup yang selalu hening dan sepi. Bediri di sini sambil memandang langit sedikit bisa menghibur diri. Matahari menggelora merah tua dan sedih, aku bisa mencium bau bunga mawar di udara senja. Entah dari mana datangnya bau [...]
Tags: angin, bintang, bunga, cahaya, hening, kesedihan, langit, lelaki, negri senja, sayap, senja, sepi, terbang
Buat sahabatku Ryuji-san
Aku terpaku dalam diam, dingin begitu menusuk semua persendianku, gelombang besar bergulung-gulung dengan gemuruhnya yang menjadi ombak. Tak ada satupun orang yang berani keluar rumah. Sepanjang malam angin kencang menderu-deru bersama hujan. Petir halilintar menyalak bagaikan seruling yang nyaring memekakkan telinga. Bunyi badai yang bergemuruh itu terasa memilukan hati. Dan hujanpun masih tercurah [...]
Tags: angin, badai, gelombang, hujan, langit, ombak, perahu, petir
Arimbi adalah namaku, aku tidak tau kenapa bapak memberiku nama Arimbi, mungkin bapak ingin aku bisa seperti Dewi Arimbi yang ada dalam kisah pewayangan. Dewi Arimbi yang melahirkan anak Gatut Kaca yang bisa terbang, berotot baja bertulang besi itu. Atau mungkin bapak memang suka dengan nama itu. Mungkin juga karena aku perempuan jadi aku diberi [...]
Tags: angin, arimbi, bambu, bapak, burung, cahaya, cerpen, gelap, gunung, Ibu, ikan, kunang-kunang, merapi, perempuan, pohon, sungai
Ini adalah cerpen aku yang kedua setelah ini, maaf jika kurang berkenan karena aku masih belajar, dan maaf kalau kurang bagus.
Hujan turun begitu deras malam ini, dan angin bertiup kencang mencampakkan daun-daun kering dan buah-buah mangga yang busuk dari tangkainya. Aku buka jendela kamarku, kubiarkan angin yang membawa buliran-buliran air hujan masuk ke dalam [...]
Tags: gerimis, hati, hidup, hujan, kecil, langit, lukisan, muda, petir, rindu