Bicara pada Tuhan
Tuhan….
Hari-hari makin menepi dan senja telah menggulung sunyi
Malam tiba di ujung mata
Aku tersedu saat alamanak yang tanggal dan nama-nama yang berjatuhan
Sengaja aku tulis bait-bait ingatan
Sembari melafazkan ayat-ayatMu
Aku telah menerima segala yang terjadi
Lewat ratap-ratap yang tak mampu kumengerti
Tak aku umpati semua hidup yang telah kujalani
Namun aku berdoa padaMu….
Jadikan aku lebih shaleha bukan karena aku berharap surgaMu
Tuntunlah aku selalu berbuat baik bukan karena aku takut akan siksaMu
Iklaskan hati hanya karenaMu
Ampuni semua dosa-dosaku
Karena Engkaulah yang punya samudera maaf atas segala khilaf
Tuhan…
Saat air mataku jatuh meleleh terecap asin
Seperti hidangan santap malam yang tertelan di kerongkongan
Ayat-ayatMu masih kudengungkan
Dalam sepi yang tak bertepi…
Meskipun aku telah mengunci sepi ke dalam almari
Hingga aku lelah dan rebah
Ada rindu sendu menggantung di dinding hatiku
Tiap kali aku mengingatMu
Aku bicara padaMu Tuhan…
Saat kunang-kunang telah lelah menyinari batu-batu hitam
Saat embun melekat pada dedauanan








Subhanallah De Ra…
Renungannya bagus, semoga harapann dan keinginannya dikabulkan olehNya, dan semoga Istiqomah meraih derajat wanita Sholehah…Amin
Perenungan yang begitu dalam untuk meninggalkan tahun lama dan menyambut tahun yang baru…
selamat tahun baru ra
semoga selalu dalam lindunganNYA dan semoga selalu di tuntun menuju cinta dan ridho NYA amieeennn…
Jika aku taat kepadaMU karena berharap surgaMU, maka jauhkanlah aku dari surga
jika aku takut kepadaMU karena takut nerakaMU, maka masukkan aku kedalamnya.
ini bukan tentang surga dan neraka
tapi sejauh mana engkau mengenalNya
sesungguhnya para sahabat meminta surga padaNya
dan berlindung dari siksa nerakaNya
adakah engkau merasa lebih baik dari mereka?
sepi hanyalah sebuah misteri
maka yang engkau jalani mestinya adalah
janji yang pasti
belajarlah dengan sungguh-sungguh…
sesungguhnya aku berharap agar engkau menjadi manusia yang berbeda….
Apa ini engkau kak? Benar ini engkau? Btw bukan itu maksud aku. Aku hanya belajar tulus, ikhlas tanpa mengharap apapun.
Tentu saja aku manusia hina dan bodoh penuh dosa juga, gag akan bisa disamakan dgn nabi” kita. Tapi bukan itu maksudku, maaf aku susah jelasinnya
karena aku belajar makanya jadi tau, tapi aku akan berusaha lebih baik lg, makasih nasehatnya
Nabi Muhammad adalah kekasih Allah, manusia paling dekat dengan-Nya. Namun dengan rendah hati, beliau masih berdoa agar diperkenan masuk surga dan dijauhkan dari siksa neraka. Doa beliau tak secuil pun mengurangi cinta pada Allah.
Bukan itu maksudku Om.., tentu saja tiap hari desya berdoa agar dijauhkan dari api neraka, apalagi aku sadar mungkin dosa”ku tuh sangat amat besar. Tapi aku hanya belajar ikhlas, semua aku lakukan hanya karena mencari ridhoNya, Allah akan lebih tau tentang itu.
mensyukuri
tulus dan ikhlas
akan mendapat
balasan yang lebih dari-Nya
iya…, itu yang aku maksud….
Aku selalu salut ma karya2 km,,
Begitu juga dgn kepribadian km,,,
Aku selalu salut ma karya tulis kamu,,,
Begitu juga dgn kepribadian kamu,meski aku belum pernah bertemu langsung dgnmu,tp aku yakin,bahwa kamu adalah gadis yang sangat baik.
makasih kawan, senang kamu bisa komen kemari…., jangan bosan baca tulisan aku ya…
:bz :bz :bz
He/She’s not me, just another one who cares to ya
Assalamu’alaikum dek.. ku harap masih bisa ku berjumpa denganmu dengan kondisi yang jauh lebih baik dari yang sekarang. I’ll see you
Rasulullah (manusia terbaik) shallahu ‘alaihi wasallam telah mengajarkan kepada umatnya sebuah doa agar kita memohon surga dan dijauhkan dari siksa api neraka. Namun entah kenapa banyak orang yang lebih suka “masuk neraka karena mengharap kasihNya”. Ini sesuatu yang sangat aneh…. Sesungguhnya Kasih sayang Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada hamba-hambanya adalah dengan dimasukkannya ke dalam surga dan dijauhkan dari panas api neraka.
Aku tau maksudmu bukanlah seperti itu. Namun, sebagai umat islam, seyogyanya kita mengikuti apa-apa yang telah dicontohkan oleh Nabi kita shallahu ‘alaihi wasallam untuk memohon kepada Allah surga dan memohon dijauhkan dari api neraka, bukan malah memohon untuk dimasukkan dalam neraka serta dijauhkan dari surga. Itu hanyalah perbuatan orang-orang yang bodoh saja
Maaf kak, ni kakak juga gag ngerti maksudku, apa dari tulisanku itu ada unsur aku minta dimasukin ke neraka? Bukan itu maksudku, ah gag ngerti deh..
Intinya, dalam berbuat kita tak boleh mengharap imbalan gt ja, tapi kalau kita berbuat jahat, ingat ja pada neraka, sehingga gag jadi berbuat jahat
jika aku seperti yg kakak katakan, maka celakalah diriku ini, aku bukan orang sombong dan bodoh, tapi berusaha menjadi lebih baik lagi
*tiduran lg, masih pusing*
Aku bukan mempermasalahkan tulisanmu, tapi mempermasalahkan salah satu komentar yang ada di atas…
aku menyukai postmu kawan
salam hangat dari blue
makasih blue…., lama gag jumpa kamu ya…
wahh rasanya dah lama bgt ga maen ksini
kakak ke mana ja?
puisimu selalu indah
titik
makasih kak Adhal….
sebuah cinta sederhana: berbuat terbaik agar Dia selalu tersenyum. utamakan Dia, sematkan NamaNya dalam sanubari. agar setiap aktivitas adalah cinta yang manifest, rindu yang tak terperi. dan tak akan mau kita membuatNya cemburu dengan menomorsatukan hal-hal duniawi.
karena senyumNya senilai surga, dan cemburuNya adalah neraka.
hihihi…, bener kak Hafid…, makasih ya…
blog walking dimana2 hahaha..
memang bener ada keistimewaan dalam diri desya..seperti kamu menceritakan melihat orang dengan pakaian raja lengkap..dan cerita kamu waktu sakit..percintaanmu dengan Tuhanmu lah yang menyebabkan ini terungkap..dan masih banyak rahasia didalam rahasia yang akan desya temuin..karena keintiman desya dengan Tuhan..
saya bukan orang baik..tapi baru kali ini aku temuin orang masih muda benar2 “bersyahadat” dan bukan membaca “syahadat”..karena beda pengartiannya..tingkat kepasrahan yang begitu dalam untuk Lillahita ‘ala nya..
kamu memiliki bentuk munajat yang berbeda dan mungkin akan sulit dipahami oleh kebanyakan orang..tapi inilah perjalananmu..
memang ini bukan masalah surga atau neraka..tapi inilah bentuk “percintaan” yang keindahannya pun ditemukan diatas kotoran..dan bukan pula hebat atau kebanggan kamu dapat menyelaminya..tapi inilah proses “menghamba” yang benar2 “menghamba”..seperti Nabi yang selalu dituntunNya sebelum cahaya..
Subhannallah
apa ini teman J-Thopia aku?
makasih kak, semoga aku bisa seperti itu…., hanya bisa berusaha..
Subhanallah, Desya.
indahnya pengaduanmu pada Allah swt,
bunda merinding bacanya dgn derai air mata , merasa malu pada mu yg begitu ikhlas mengharapkan ridhaNYA.
Semua Allah swt selalu menganugerahi kita semua dgn rahmat dan berkah ampunanNYA,amin.
salam.
Amin….
makasih bunda…
tulisanmu membuat saya bergetar dalam jiwa saya ra…semoga Allah selalu mengabulkan doa² kita yah…amin
salam, ^_^
kalo saya berharap ampunan dan pintu syurga-Nya amin…
Amin…., semoga ja kak…, asal kita berdoa dengan sungguh-sungguh, insyaallah
bicara pada tuhan!!
jadi keiinget nabi musa, hehe..
kalau kita berdoa setiap hari, kita pastinya bicara pada Tuhan, hehe…
Tulisan yang bagus. Membuat saya ikut merenung.
Amazing! Not clear for me, how offen you updating your radesya.com.
Thanks
Edwas