Embun surgaku
(Untuk para Bunda di seluruh dunia)
Puisi ini sebenarnya udah pernah aku publish saat mama ultah, tapi aku revisi kembali . Dan aku persembahkan untuk memperingati hari Ibu
Untuk seluruh Ibu di seluruh Indonesia: “Selamat Hari Ibu”

Betapa mata ini tak sanggup membendung buliran-buliran air mata…
Dan…, kata indah tak mampu melukiskan…, betapa besar pengorbanan dan kasih sayangnya
Dialah “mama” , yang telah mempertaruhkan nyawanya demi memberi ruang hidup bagi buah hatinya untuk menghirup hawa dunia.
Curahan dan kasih sayangnya terus mengalir seluas air samudera yang tak pernah surut airnya.
Terkadang hanya mampu menghela nafas saat aku berbuat nakal tak turuti nasehatnya
Tak pernah sekalipun melontarkan kata-kata pedas
Tatapan matanya begitu teduh menyejukkan dunia
Dialah “mama”, yang dengan setia menanti tawa riang buah hatinya
Selalu berpeluh air mata, tatkala aku terbaring lemah tanpa daya, menahan dengan gundah gulana dan menunggu keajaiban dari Tuhan
Menghidupkan sepertiga malam dengan menggelar sajadah, menengadah khusuk berdoa agar bisa kembali menikmati senyuman buah hati tercinta
Cuma senyuman buah hatinya yang mampu memberi semangat bagi hidupnya
Senyuman buah hatinya yang mampu memberikan kekuatan untuk menerjang dahsyatnya badai kehidupan
Cinta mama tak lekang dimakan zaman…
Cinta yang akan terus terbawa hingga suatu saat ruh terpisah dari raga
Cinta yang begitu terang seterang matahari
Masih kuingat kata-kata mama saat aku lemah tanpa daya
“berjuanglah, berjuanglah terus mentari kecilku”
“tersenyumlah mentariku”
Bahkan saat tubuhku menjelma senja yang matang….
Lalu aku serupa batu diam…, mataku surut, detakdetak menipis…
Air mata di kelopak mama jatuh , bermuara di jantungku…
Kemudian mama larut tenggelam dalam kepurbaan yang bernama…
“doa”
Hingga semangat yang mama berikan mampu mengembalikan sisa hidupku
Mama…., engkaulah bundaku
Hanya engkau penerang jiwaku
Doa mama adalah semangat bagi hidupku
Sedih mama adalah siksaan terberatku
Senyuman mama adalah anugerah terindah yang akan selalu menghiasi taman hatiku
Jika Tuhan mendahulukan nyawamu sebelum nyawaku…, tetaplah berdoa untukku mama..
Karena doamu akan mempermudah jalanku
Tapi…., jika Tuhan mendahulukan nyawamu sebelum nyawaku…, maka aku akan mendoakan mama di setiap detik hidupku
Agar bau surga menerangi setiap sudut kuburmu…, karena hanya doa anak yang soleh yang akan menjadi penolongmu
Mama…, disetiap goresan penaku tak akan pernah mampu menghapus setiap tetes keringat yang engkau keluarkan demi aku
Puisi terindah tak akan pernah mampu membayar jeritmu saat engkau melahirkan aku
Mama…., terkadang aku ingin bermukin kembali di rahimu
Merebah di sana…., ranjang dari sekat-sekat doa yang tulus
Rumah yang bijak dari segala kesunyian
Engkaulah mama…,
cuma engkau yang aku punya, wanita tegar…setegar batu karang
Tak tergoyahkan meskipun ribuan kali gelombang datang menghempasnya
Engkaulah mama…,
wonder woman bagiku…, karena tak ada wanita yang sekuat “seorang mama”, yang rela bersusah payah banting tulang demi buah hatinya
Mama…, disetiap buliran air mata doamu akan menjadi embun surga bagiku
Peluhmu adalah penyejuk hidupku
Kata-kata lembutmu adalah nyanyian bidadari bagiku
Nasehat dan petuturmu adalah penuntun setiap langkahku
Oh mama…! Engkaulah bundaku
Tak mampu lagi kulukis betapa besar jasa-jasamu padaku
Ingin sekali kubasuh kakimu dan bersujud padamu,
jika teringat betapa besar dosa-dosaku padamu
Ampuni aku mama, jika selama ini sudah bandel tak turuti nasehatmu
Aku berharap ada cahaya surga di telapak kaki mama buatku
Hanya satu keinginanku mama….
ingin sekali aku memuliakanmu di sepanjang hidupku
NB: Tulisan ini aku ikutkan dalam Parade Puisi Cinta, sebagai wujud partisipasi peringatan Hari Ibu







peran dan kasih sayang ibu tak tergantikan.
mantap puisinya
Terima kasih atas partisipasinya
Saya catat sebagai peserta. Masuk Gerbong 11-full ac-full music-full video
Saya segera menuju blog untuk membaca puisi
Salam hangat dari Surabaya
terimakasih Pakde…
senang bisa ikutan…
Desya.., Puisi yang istimewa untuk mama
doa anak yang shalihah, itulah hadiah terindah
iya bundo…, benar sekali…, aku berusaha jadi anak shalihah bundo..
Untaian kata yang apik
Saya catat sebagai peserta.
Masuk Gerbong 10-full ac-full music-full video
Terima kasih atas partisipasinya
Salam hangat dari Surabaya
merinding baca nya ra,
aih Om Joe…, makasih dah mo baca…
suasananya kena, suasananya kena..
aura blog ini betul2 mendukung puisi rara untuk ibu..
langit temaram, biru bersambut hitam
tersaput saat malam, sebuah pujian rindu untuk ibu.
salam untuk ibu, ya, ra..
makasih kak….
kata mama ” wa’alaikumsalam”
ya Allah, ra.. saya ngga bosen2nya baca tulisan ini..
awas yang nyelenggarain lomba kalo puisi ini gak dimenangin!!!
gila aja kalo ini gak menang!!!
hmmm, aneh ja… itu kan hak dari juri. Aku cuma ingin berpartisipasi saja koq…
coba ibu mu baca puisi mu ra, beliau pasti akan sangat terharu
dan bangga, memiliki anak yang sungguh berbakti
selamat hari ibu
dan selamat hari calon ibu juga buat kamu ra ^^ *kan kamu nanti juga bakal jadi ibu* hehehe…
mama dah baca kak.., terus peluk aku deh… ^^
iya kak.., suatu saat akan jadi ibu…, makasih ya kak…
indah sekali, Ra…
aku suka
terima kasih kak yessi…
..
Duh kok jadi terharu ya bacanya..
..
Semoga menang deh..
..
tapi gag sampai nangis kan?
puisinya indah sekali Desya.
bunda sampai terharu membacanya.
semoga sukses dlm acara PPC nya Pak Dhe Cholik.
salam hormat utk mama tercinta.
doa anak yg shaleh , insyaallah akan makbul, amin.
salam.
makasih bunda….
dapat salam balik dari mama bun
insyaallah berusaha jadi anak yang shalihah, akan selalu doakan kedua orang tua
Wooo… Panjang sekali puisi ini. Nafasmu dalam menulis cukup panjang, Miauw.
Selain diikutkan buat “Parade Puisi Cinta”, mau ditunjukkan pada mama nggak tahun ini?
iya kak, buat mam dan para mama di seluruh dunia deh…
hm… rara memang jago bikin puisi euy. Btw, emang sekarang tanggal berapa? blom tanggal 22 kan? osrry, soale sayah suka lupa tanggal
salam untuk mamamu ya
makasih kak, belum jago koq…
belum kak, tapi aku persembahkan ini buat peringati hari ibu yang jatuh pada 22 desember besok pagi gitu
udah aku sampaikan salamnya kak, “wa’alaikumsalam”
(jawab mama)
kau sungguh anak yg baik dik
baru berusaha jadi anak yang baik kak.., semoga bisa
pic nya dukung banget.
yup. i love mom. and blessed to be a mom.
d
puisi yang datang dari hati, pasti akan terasa di hati pembacanya. Nice poem, kawan