Air Mata Duka
Jun
02

aku akan pergi tuan…
dan bumi akan menangiskan
laguku
tetesan air mata duka
perih sayatan luka
duniaku telah hilang tuan…
seiring terbenam matahari
karena senja telah mencabik cabik
isi kepala
bintang jatuh dalam kelam
bulan merangkak mencari cahaya
matahari yang hilang
seperti aku mencari jawaban pada dosa
yang telah terbuat
disana ada takdir dan hisab
bumi bernyanyi
menjeritkan nafas terakhir
ketika itu…, aku mati…
tenggelam dalam pembaringan abadi
diiringi isak getir penyesalan
dan riak perih lagu sukma
menyayat jiwa
aku akan pergi tuan
dengan kerlip air mata duka
sebagaimana tangis
pada awal…
pecah
menuju punah asa…
dalam tanah
*keterangan
pic diambil dari mana aku lupa, pokoqnya dari google deh







nice
luv it
thx kak….
Postingan terjelek yang pernah aku lihat di blog ini….
Postingan yang tercipta dari asa yang hilang, yang hanya dimiliki oleh seorang pecundang sejati…
Dan aku sedih telah mengenalmu dalam keadaanmu yang seperti ini…
dude, that’s right to the spot… terkesan pecundang memang, takut akan hidup, tapi bukan karya yang jelek, terlepas dari isinya, yang satu ini cukup bagus alirannya.
tapi well yeah, si penulis harus banyak belajar tentang the law of attraction. semakin waktu berjalan, semakin ku tidak mengenali penulis. beda sekali dengan penulis yang dulu kukenal.
@xxx
maaf telah bikin kakak kecewa, bukannya aku putus asa kak. aku juga bukan pecundang, aku akan banyak belajar. aku juga akan selalu dengarkan nasehat kakak, aku akan berusaha…
@aji
edo, kadang memang aku takut hidup seperti aku takut mati, tapi kita cuma bisa menjalani takdir kan?
emang penulis yang kau kenal seperti apa?
menulis ini membuatku selalu ingat akan kematian
Ooops yeah mungkin tidak begitu mengenal kamu juga coz terkadang kamu menutup diri. yang aku tahu, penulis gemar membaca buku (sudah ratusan buku mungkin) dan beruntungnya matanya belum ada masalah apa-apa.
anggapanku adalah penulis adalah seorang bijak, seorang jernih, seorang yang betul-betul memaknai hidup ini. seseorang yang tidak seperti orang biasa.
aku memang tidak sangat dekat dengan si penulis apalagi untuk mengetahui bagaimana ia berpikir. dia sejenis mereka yang berpikir secara misterius.
yang tidak aku mengerti bahwa si penulis seakan tidak mendapat apapun dari sekian ratus buku yang sudah ia baca. anda semua bisa melihat dari tulisan2 yang sudah ia tulis. penulis ini menulis berdasarkan suasana hatinya, dan hal itu membuktikan penulis agaknya belum berani untuk berpikir besar. Apa buku-buku yang sudah ia baca itu sungguh menyimpan nilai positif untuk dirinya?
dari dulu aku selalu menunggu si penulis untuk berjiwa besar, entah mungkin terpaan hidup yang tidak kecil itu menderu sehingga ia tunduk, atau apalah, ku ingin sekali mengajaknya untuk melihat hidp ini sebagai sebuah gambaran besar.
hahaha kok aku jadi ceramah… oh ya, percaya deh hidup itu indah (apalagi ada aku di dunia ini hehehe ~ bercanda) kalau kamu memaknainya dengan benar. saya kira semua setuju dengan aku…
kayaknya rara harus Pergi liburan dulu deh
hehehehe…sambil nunggu kompetisi mulai lagi
Ide yang bagus kak, iya nih, kayaknya harus liburan dulu…
Yup, toss!
@Aji
Kau menyindirku rupanya, baiklah, aku akan terima nasehatmu. Aku akan berjiwa besar, memang badai itu begitu dahsyat menghantam, hampir-hampir tak bisa pegangan dan terhempas, tapi kini akan aku coba berpegang dengan erat agar tidak terhempaskan
life is beautiful, aku setuju, thx atas ceramahnya ya…
life is beautiful
setuju
Menulis yg penting independen dan jujur tanpa intervensi orang laen..
Kritik memang membangun tapi jangan sampai mengubah karakter tulisan..
Tetap semangat menulis Ra..
Siapa sih xxx itu?
Kok seenaknya menjelekkan tulisan orang
Itu bukan kritik namanya..
Alamat web nya gak ada, pengecut banget..
boleh ku jawab aja gak nih, gpp to mas, itu kan cuma komen, siapa tau aja gak ada webnya emang… btw, xxx bukan aku. xxx kasih komen itu kan berarti xxx peduli dengan tulisan2 radesya… let it be lah, lagipula kurasa the comment is just fine…
@Ata
tentu, aku akan semangat
mungkin apa yang dikatakan aji benar, xxx sangat peduli padaku karena tau makna dari tulisan aku, xxx cuma tidak ingin aku lemah karena dia terlalu memperhatikan aku gitu, btw thx banget ya dah mo kasih semangat ma aku
Mencintai mati sebagaimana mencintai hidup
Mencintai keduanya ya Om..
saya suka baca tulisan Red. Pemilihan kata – katanya.. juga cara Red merangkai kata – kata tadi dalam sebuah kalimat atau baris dalam bait puisi.
Terlepas dari konten / isi dari puisi tadi.
Setiap orang pastinya berhak memiliki cara pandang terhadap hidup atau apapun berkaitan dengan hidupnya. Termasuk Red. Seorang sahabat tentu akan memberi masukan atau pendapat atau -bahkan- nasehat, karena mereka sayang.
chu.. *
Terima kasih kak Lenna, aku masih belajar menulis..
Benar sekali kak, aku akan terima semua nasehat, masih mau memberi nasehat berarti masih sayang ma aku
Subhanallohh..,
bagusnya..,
mbak suka dek.., ^_^
Thx kak vee, masih belajar kak
Dik
A kagum pada kemampuan kau menyibak kuat makna lewat kata
Kak, aku cuma belajar mengungkapkan saja koq..
Tadi pagi sang air mata menyapa pipiku
Mengelusnya lembut walau deras ia mengalir
Menuju hati yang sendu karena tak kuasa melihat kenyataan ibunda.
Kemanakah air mata duka mu mengalir wahai Rara?
Bundanya lagi sakit ya kak? Semoga cepat sembuh ya kak, dan diberikan yang terbaik..
Air mataku masih menggenang di sini kak
wuiih… puisimu bagus banget, Des.
membacanya serasa diseret ke tengah arusnya.
aku membayangkanmu membawakannya dengan gaya yang santai, lembut, tapi serius. suer !
Terima kasih kak Goen, tapi tetap kak goen masternya
sebenarnya itu bukan sekedar puisi, tapi ungkapan jiwa kak..
Aku masih harus banyak belajar dari kakak
master ? hahaha… terlalu tinggi buatku itu, Desya.
ya itulah puisi menurutku juga, Des. puisi = tulisan hati.
Blog Kau ibaratkan rmh,tmpt brkeluh kesah,senang dan duka,brcnda dan tertawa semua kau tuangkan di dalam blog.kau menulis bukan untuk sebuah buku yg akan diterbitkan,tp kau menulis dirumahmu sendiri,memberikan kabar tentangmu hari ini kepada temanmu yg sdg berkunjung,dgn tulisanmu ini mereka akan tau apa yg sdg kau rasakan,mengalirlah suport berupa nasehat yg membangun dan mendukung agar kau tetap semangat
kau penulis jujur
yg tidak menutup-nutupi apa yg sdg kau rasakan lwt tlsn.
kau bkan pcundang…
kaulah penulis yg sebenarnya… Dan satu hal deSyA…
“Duniamu belum hilang,dia masih ada untukmu,percayalah!”
TETAP SEMANGAT YA!!!
Thx kak DC, aku masih harus banyak belajar
thx juga atas dukungan dan semangatnya
Lama g kunjung,kangen,numpang istirahat ya,q lelah…
“tetap semangat menulis”
Emang dari mana kak?
Thx ya
ah, desya…
puisimu mudah disukai…
Ah, kak yo..
Berusaha mengungkapkan ja kak, thx ya kak
Jangan pergi dulu.
Nanti mama sama siapa…
Tapi kalau nanti-nanti boleh pergi?
Iya kak, itu yang jadi pikiran aku
Nanti-nanti juga nggak boleh…
Desya harus kuat!
Tak ada gading yang tak retak. Yang penting, jangan pernah meretakkan gading sendiri. Hahaha…. Salam.
Wah, senengnya, Om daktur mo berkunjung ke tempat desya
benar om, semoga ja bisa coz kalau meretakkan gading sendiri konyol namanya ya om?
Salam..
@arri…
maS Ari aKU mAU Tanya dunk..
mas Ari nE TemaNyA mbAK DD nuraini ma desi bukaN?nE aKU Mas,
Desi…
setelah air mata duka, moga ada tawa…
bukan cuma bumi yang akan menangis..purnama juga akan kehilangan pendarnya..
jangan pergi dulu karena kita baru saja berkenalan..heheh salam kenal, Radesya..:)
salam kenal semua . mba radesya ,pintar ya buat puisi
Indah sekali, tapi aku sedih membacanya
salam kenal
nice puisi
Please… jangan pergi…
(
kalau mas goenoeng mengomantari seperti itu mau apalagi.
kenyataannya emang nice banget u punya karya senimu sahabat!
salam hangat selalu
hai, hai… aku memang merasakannya seperti itu, bro.
*mencoba menghayati*
Andaikan manusia benar-benar bisa berpuisi seperti ini tepat sebelum mati, maka manusia bisa jadi sombong.
~puisi yang indah.
pagi sahabat
salam hangat selalu
pa cabarnya?
Welcome Back Desya
*ikut meneteskan air mata penyesalan*