You are here:
Home >Archive for
January, 2009
Masih teringat olehku, saat itu aku pulang sekolah, matahari yang tak letih bersinar membuat udara kotaku semakin panas. Karena mungkin sudah seharian otak kami bekerja, rasa lapar mendera kami. Dan itu membuat kami jadi ingin cepat-cepat sampai rumah. Tapi karena aku harus menunggu kakak yang jemput aku biasanya aku hanya berdiri di depan jalan atau [...]
Tags: memberi, rumah sakit, senyuman, teman, uang
Arimbi adalah namaku, aku tidak tau kenapa bapak memberiku nama Arimbi, mungkin bapak ingin aku bisa seperti Dewi Arimbi yang ada dalam kisah pewayangan. Dewi Arimbi yang melahirkan anak Gatut Kaca yang bisa terbang, berotot baja bertulang besi itu. Atau mungkin bapak memang suka dengan nama itu. Mungkin juga karena aku perempuan jadi aku diberi [...]
Tags: angin, arimbi, bambu, bapak, burung, cahaya, cerpen, gelap, gunung, Ibu, ikan, kunang-kunang, merapi, perempuan, pohon, sungai
Ini bukan puisi patah hati, tapi patah semangat
Aku telah lelah bunda
Bernafas dengan gelisah
Menunggu waktu hingga jengah
Menangisi hari yang tak kunjung usai
Kepedihan menikam-nikam jantung sepiku
Tak ada lagi gairah bunda
Separuh hatiku telah hilang
Bersama angin dia terbang
Bahkan debu pun tak pernah paham
Jika hatiku telah hancur menjadi debu
Tags: bunda, cahaya, hari, lelah, patah, Puisi, rapuh, sayap, sunyi
Ini memang lagi musim award sebagai tanda persahabatan antar blogger, dan aku senang mendapatkannya, senang bukan karena merasa blog aku bagus bukan, karena memang isi blog aku belum bisa dikatakan bagus, tapi senang karena persahabatan yang tercipta, terima kasih banyak pada kalian semua ya…
Kali ini aku dapat Award lagi, yang sebelumnya udah pernah [...]
Tags: blogger, persahabatan, tentang award
Dulu aku tinggal di sebuah kota hanya bersama kakakku. Kebetulan kakak lebih suka tinggal di sini. Depan rumah kami di tempati orang asing, beliau pelihara banyak kucing, kalau aku hitung lebih dari 10 ekor kucingnya. Aku suka juluki beliau Ibu kucing. Setiap hari kerjaannya cuma urus kucing-kucingnya. Kalau aku intip kucingnya lucu-lucu sekali, aku nggak [...]
Tags: hidup, Ibu, kucing, marah, romantika, rumah.